Nalar.ID

Ketum PBNU Said Aqil Rayakan Ultah ke-65

Nalar.ID, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirdj, merayakan ulang tahun ke-65, Selasa (3/7) lalu. Perayaan digelar di kantor PBNU, di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Selain ulang tahun, acara turut diisi halal bihalal bersama pengurus besar PBNU.

Di lokasi, tampak dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Keduanya berangkat satu mobil dan tiba secara bersamaan sekitar pukul 19.00 WIB. Kalla, memberi sambutan ucapan selamat kepada Said Aqil.

“Selamat milad kepada Bapak Kiai,” singkat mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, sekaligus memberi sambutan berikutnya, di sela acara, kepada nalar.ID.

Setelahnya, Kalla, sempat berkelakar. Masih di atas panggung, ia celoteh spontan bahwa siapapun yang punya acara, hidanganyanya tetap nasi kuning. Sontak, seluruh tamu dan undangan, ikut tertawa mendengar lelucon Kalla.

Tak lama, Said, memotong nasi tumpeng dalam perayaan ulang tahunnya ini. Piring pertama tumpeng, ia serahkan kepada Kalla. Said, menyampaikan beberapa keterangan. Ia mengatakan, Indonesia jauh berbeda dengan timur tengah. “Budaya di Indonesia lebih bermartabat dan berbudaya ketimbang negara di Eropa dan Arab. Bahkan juga lebih mulia. Di sana (Eropa & Arab), enggak ada budaya silaturahmi seperti di sini (Indonesia),” kata Said.

Ia menambahkan, kali pertama yang memopulerkan istilah dan budaya halal bihalal di Indonesia adalah Nahdlatul Ulama (NU). “Termasuk MTQ,” sambungnya.

Meski demikian, lanjutnya, dalam  tasyakuran dan halal bihalal, ia memita seluruh undangan untuk mendoakannya agar khusnul khotimah. Selain Anies dan Kalla, para tamu dan pesohor yang hadir diantaranya Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, Menkominfo Rudiantara, Mensos Idrus Marham, Ketum PPP Romahurmuzy, mantan Mendikbud M.Nuh, hingga Menlu Retno Marsudi.

Sebelumnya, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga lanjut dengan mars Ya Lal Wathon. Diketahui, pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 ini terpilih sebagai Ketum PBNU lewat Muktamar ke-32 di Makassar. Ia terpilih pada periode 2010-2015. Kemudian, kembali terpilih di periode 2015-2020 pada Muktamar ke-33 di Jombang.

Penulis : Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi