Nalar.ID

Kiat Desainer Anna Mariana Sehat-Bugar Selama Ramadan

Nalar.ID, Jakarta – Menjaga stamina tubuh saat menjalani ibadah puasa perlu perhatian khusus. Termasuk yang dijalani oleh desainer kenamaan, Anna Mariana. Setiap menyambut bulan puasa ramadan, ia kerap mengatur aneka menu buka puasa dan sahur yang baik. Mulai dari makan sayur-sayuran, cukup buah, karbohidrat dan protein yang cukup. Serta tidur dan asupan vitamin yang cukup. 

“Tidak lupa, saya mengonsumsi teh, susu panas, atau hangat yang diberi kayu manis dan kapulaga. Manisnya bisa dicampur kurma atau madu alami. Boleh ditambah lemon kuning sedikit untuk berbuka puasa dan saat makan sahur,” jelasnya, dihubungi Nalar.ID, belum lama ini. 

Anna mengakui, kerap mengonsumsi bahan-bahan rempah dan alami karena khasiat nenek moyang terdahulu. Menurutnya, rempah khas Indonsia banyak mengandung khasiat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga stamina agar imun tubuh agar selalu terjaga baik.

Tentu, sambungnya, masih banyak khasiat lainnya untuk kesehatan. Khususnya saat kondisi pandemi ini.

“Rempah-rempah khas indonesia sangat baik dikonsumsi karena tidak mengandung efek samping atau zat-zat kimia. Sangat baik dikonsumsi semua kalangan. Muda atau tua. Rempah-rempah tersebut mudah didapat, harganya sangat murah. Khasiatnya luar biasa bagi kesehatan,” ujarnya. 

Selain pentingnya menjaga stamina tubuh saat menjalani ibadah puasa di tengah pusaran Covid-19, pandemi turut memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Anna mengakui bahwa tak sedikit kegiatan sosial, event-evant tidak bisa berjalan baik tahun ini. Pasalnya, pandemi masih belum normal, tidak bisa kumpul tatap muka, hingga melaksanakan kegiatan sosial.

“Begitu pun usaha-usaha dan bisnis lain, tidak bisa berjalan normal seperti sebelumnya. Semua kegiatan yang berkaitan dengan operasional, serta proses jual-beli lumpuh dan sangat terbatas. Ini kendala bagi para pengusaha, masyarakat, atau pelaku UMKM,” tukasnya. 

Anna berharap, semoga wabah Covid-19 yang melanda negeri ini dan dunia segera normal, sehingga roda perekonomian dan dunia usaha kembali normal dan lebih baik. “Tidak ada kendala dengan protokol kesehatan, test swab yang terlalu ketat yang tentunya sangat menyulitkan semua orang,” tutupnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi