Nalar.ID

Kiat GANN Perangi Narkoba

Nalar.ID – Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, seakan tak ada habisnya. Kondisi ini diperparah dengan tertangkapnya bandar besar, pengedar, hingga kurir. Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN), Fakhruddin Sanghaji Bima, angkat suara.

Lembaga sosial ini menilai, pada Pasal 127 Ayat 2 menyatakan, dalam memutus perkara sesuai Ayat 1, pemberi keputusan hukum wajib memerhatikan ketentuan-ketentuan sesuai bukti dan fakta. Ini sesuai Pasal 54,Pasal 55, dan Pasal 103 Undang-Undang Narkotika.

Ketiga pasal itu mewajibkan dan memberikan pedoman bagi para hakim untuk menempatkan pengguna penyalahgunaan narkotika diarahkan ke lembaga rehabilitasi medis dan sosial.

“Upaya-upaya terbaik adalah penyembuhan (rehabilitasi). Kami dan masyarakat, tetap wajib monitoring dan terus action dalam mewaspadai kasus-kasus (narkoba) saat ini,” kata Sanghaji, kepada Nalar.ID, Selasa (19/2).

Penangkapan hingga jeratan bui, seolah tak membuat efek jera. Apa yang salah? Menurut Sanghaji, persoalan ini terjadi karena minimnya kesadaran pola pikir positif para oknum. Mereka, kata Sanghaji, yang memanfaatkan fasilitas menggiurkan dari para bandar.

“Inilah peran kami, terus mengontrol proses hukum dan rakyat berkiblat pada UU Hukum yang berlaku karena keadilan wajib ditegakkan,” lanjutnya.

Pengguna Meningkat

GANN mencatat, jumlah prevalensi statistik pengguna narkoba dari tahun ke tahun, kian meningkat. Awal 2016, sebanyak 0,02 persen dari total penduduk Indonesia. Kemudian tahun 2017 menjadi 1,77 persen, dan meningkat 1,89 persen di 2018.

“Peningkatan itu kami telusuri berasal dari para pengguna atau pemakai dari kalangan remaja dan pelajar yang ingin coba-coba,” ungkapnya.

Sebab itu, kata Sanghaji, harus dilakukan pencegahan. Caranya, melalui penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat. Pihaknya yakin, dengan cara ini, bisa mempersempit ruang gerak pelaku bandar narkoba.

Untuk itu, pemerintah harus siap mendampingi dan men-support segala kegiatan anti-narkoba. Terlebih peran aktif orang tua. Menurutnya, orang tua harus intens mengontrol dan memonitoring segala aktivitas anak-anaknya di rumah. Termasuk lingkungan pergaulan.

Sanghaji mengimbau, harus ada kerjasama dan sinergi masyarakat dan perangkat lingkungan, seperti RT, RW, lurah, hingga camat. Hal ini untuk memerangi narkoba.

“Orang tua dan lingkungan harus menciptakan lingkungan aman dan bersih dari pergaulan-pergaulan yang bisa memancing masuknya pengedar. Makanya, harus ada kunjungan dan monitor berkala lewat kegiatan dan event. Seperti menggerakan turnamen olahraga, festival musik, aktivitas remaja karang taruna, hingga pengajian rutin di masjid,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi