Nalar.ID

‘Lagi Syantik’ Sibad Tembus Thailand, Ini Target Negara Selanjutnya

Nalar.IDPopuler di Tanah Air, lagu fenomenal Lagi Syantik yang dinyanyikan oleh Siti Badriah atau akrab disapa Sibad menuai sukses di negeri orang. Akhir Februari lalu, lagu tersebut meraih penghargaan bergengsi di Thailand. Lagu Sibad terpilih sebagai Best ASEAN Economic Community Song oleh FM 95 MHz. Radio Station MCOT Company Limited Bangkok.

Kemenangan itu diumumkan dalam gelaran ‘15th Look Tung Mahanakorn Awards’ di Gedung Pusat Kebudayaan Thailand di Bangkok, 24 Februari 2019 lalu. Acara dihadiri sekitar 1.000 penggemar.

Menariknya, kemenangan lagu Lagi Syantik mampu menggeser dan menyisihkan lagu dari negara ASEAN, seperti Myanmar, Kamboja, dan Malaysia. Termasuk tuan rumah, Thailand.

Ini membuktikan bahwa produk industri kreatif Tanah Air, seperti film, musik, dan atau jenis seni lainnya memiliki potensi merambah pasar Thailand dan sejumlah negara Indochina lain. Padahal, sebelumnya industri seni Indonesia telah menguasai market Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.

Penyerahan award ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh F.M. 95 MHz. Radio Station of MCOT Public Company Limited (MCOT).

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar RI untuk Bangkok, Ahmad Rusdi mengatakan bahwa kemenangan ini menunjukkan kedekatan budaya kedua negara. Hingga berbagai lapisan masyarakat di Thailand.

Diplomasi Budaya

“Ini modal penting dan strategis dalam pelaksanaan diplomasi budaya. Khususnya dalam penguatan ‘people to people contact’,” ucap Rusdi, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, belum lama ini.

Selain Lagi Syantik, beberapa lagu dari Indonesia sebelumnya pernah mampu memasuki pasar dan menempati tangga lagu di beberapa radio di Thailand. Salah satunya lagu Goyang Dumang dan Tak Tung Tuan yang dinyanyikan Upiek asal Sumatra Barat.

Dihubungi terpisah, CEO dan produser Nagaswara Music & Publishing, mengaku sangat bahagia artisnya memeroleh penghargaan tersebut. Pihaknya, sebelumnya tak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini.

“Artinya, musik kami (dancedhut) bisa diterima di negara ASEAN,” ujar Rahayu, dihubungi Minggu (3/3).

Atas perolehan tersebut, pihak Nagaswara, yakni Rahayu, melayangkan surat balasan kepada Rusdi, pada 28 Februari lalu. Dalam isi surat itu, Rahayu, menyampaikan terimakasih dan apresiasi, khususnya kepada Rusdi yang telah mewakili Sibad dalam seremoni penyerahan penghargaan.

“Kami bangga dan terharu, walau artis kami tidak hadir, namun apresiasinya sangat terasa sampai Indonesia,” tulisnya Rahayu, dalam surat itu.

Setelah melesat hingga Thailand, Rahayu, menyasar target negara selanjutnya. Ia memilih China, Korea Selatan, dan Jepang, sebagai negara berlabuh dan target pasar atas lagu ini. “Tiga negara itu memiliki market musik yang luar biasa,” ungkapnya.

Terbukti, musik dangdut meluas sampai ke Asia. Rahayu menilai, ekspektasi musik ini memiliki peluang luar di mancanegara. Artinya, sambungnya, peluang industri musik tersebut di luaran sangat menjanjikan. Menurut analisisnya, pasar musik dancedhut akan berkembang di Thailand.

“Tentu saja di China dan Korea Selatan,” jelasnya.

Diketahui, Sibad, yang lahir di Bekasi tahun 1991, merupakan biduan kondang Tanah Air. Namanya semakin melejit setelah membawakan single Lagi Syantik pada pertengahan 2018. Hingga kini, lagu itu sudah ditonton lebih dari 471 juta kali di kanal YouTube.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi