Nalar.ID

‘Lahir Kembali’ ke Teater Selepas di Prodeo

Jakarta, Nalar.ID – Siapa tak kenal Tyo Pakusadewo? Sepanjang kariernya di dunia akting, sudah 70 lebih film yang dibintangi. Itu diluar puluah sinetron dan film televisi (FTV) yang sudah ia lakoni.

Bahkan, pria kelahiran 2 September 1963 ini, sudah mengantongi sejumlah nominasi dan penghargaan film. Diantaranya, Aktor Muda Bertalenta (FFI 1991), Pemeran Utama Pria Terbaik (FFI 2009), Aktor Terbaik (IMA 2010 & 2012), Aktor Pembantu Terbaik (IMA 2011), Aktor Terfavorit (IMA 2012), Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Piala Maya 2015), Pemeran Utama Pria Terbaik (Usmar Ismail Awards 2016), dan sebagainya.

Pada 2018 adalah tahun mengharukan baginya. Setelah perjalanan luar biasa yang menantang, ia kehilangan ibu yang dicintai. Sebab itu, di akhir 2018, ia menyelenggarakan pentas teater yang dipersembahkan untuk sang ibu.

Pentas ini dipersembahkan untuk ibunya. “Rasa hormat besar kepada ibu dan janji saya untuk kembali berakting, serta membuat karya-karya lagi, menjadi motivasi besar membuat pertunjukan ini,” kata Tyo, dalam keterangannya, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/11).

Dalam teater bertema ‘Untuk Ibu; Kasih Anak Sepanjang Jalan, Kasih Ibu Sepanjang Masa’ ini, Tyo, terlibat bersama Teater CRADDHA, Warna Indonesia, dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf.

Pentas digelar 15 Desember mendatang di Teater Komunitas Salihara, Jakarta Selatan. Disertai keterlibatan pemain, yakni Reza Rahardian, Rifnu Wikana, Shelomita, Donny Damara, Aziz Arman, Chatib Basri, Estelle Linden, Anak-Ku Choir, pianist Jerome Gabe, gitaris Yudhist, dan harpist Heidy Awuy. Termasuk mengajak putrinya, Patrisha Pakusadewo.

Tyo mengaku, keterlibatan putrinya adalah bentuk kebanggaan dari sosok ayah terhadap anaknya yang pernah memenangkan lomba teater semasa sekolah dahulu. Selain mengajak putrinya, Tyo, meminta khusus Patrisha membacakan sajak puisi di teater yang ia dalangi itu.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi