Nalar.ID

Langkah Kongkrit UMKM Menuju Digitalisasi Ekonomi, Ini Kata Warek BPP HIPMI PT Faizal Hermiansyah

Nalar.ID, Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Kepuluan Riau bekerjasama dengan BantuSaku (PT Smartec Teknologi Indonesia) sukses menggelar sosialisasi layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi di Kota Batam, Riau, Kamis(20/2/2020) lalu. Gelaran tersebut merupakan sosialisasi dan edukasi terkait layanan perusahaan fintech (financial technology) di sektor peer to peer lending yang telah terdaftar di OJK.
Upaya mengenalkan produk dan layanan industri fintech pada masyarakat umum dibutuhkan sebagai bagian dari usaha bersama antara pemerintah, regulator dan pelaku industri dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.
Sejumlah narasumber turut hadir. Diantaranya Tirta, Sekretaris Umum HIPMI BDP Kepulauan Riau; Sary, penggiat usaha UMKM; Faizal Hermiansyah, Wakil Rektor BPP HIPMI PT Perguruan Tinggi.
Faizal Hermiansyah mengaku sangat senang dengan adanya BantuSaku ini, karena dapat meningkatkan UMKM secara langsung dan kongkrit.
“Terlebih lagi, keamanan data yang dijamin oleh BantuSaku dan diawasi oleh OJK. Ini dapat membangkitkan rasa kepercayaan calon nasabah menjadi lebih aman dan nyaman,” ujar Faizal.

Dalam sesi diskusi ini disimpulkan bahwa masih ada ruang yang perlu diiisi untuk lembaga pembiayaan. Tujuannya agar dapat lebih menjangkau pelanggan secara cepat dan tepat. “Kami percaya, terdapat gap antara kebutuhan pembiayaan dengan akses dan proses pembiayaan yang tersedia saat ini melalui teknologi yang kami kembangkan. Kami juga berharap bisa lebih menjangkau banyak unsur masyarakat untuk bisa mengakses pembiayaan,” klata Arnolds, Senior Vice President BantuSaku, kepada Nalar.ID, Minggu (23/2/2020).

Faizal Hermiansyah HIMPI PT - nalar.id
Faizal Hermiansyah, Wakil Rektor BPP HIPMI PT Perguruan Tinggi, bersama BantuSaku (PT Smartec Teknologi Indonesia) pada sosialisasi layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi di Kota Batam, Riau, Kamis(20/2/2020) lalu. NALAR/Dok.pribadi
Karakteristik Berbeda

Arnolds menambahkan, teknologi ini tak hanya mempelajari risiko penyaluran pinjaman, tetapi mempelajari perilaku dan kebiasaan masyarakat. “Khususnya UMKM dalam melaksanakan kegiatan perekonomiannya, sehingga kita dapat terus menginovasikan produk sesuai kebutuhan dan kemampuan pelanggan kami,” sambungnya.

Pihaknya juga percaya bahwa setiap jenis usaha dan individu memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga perlu upaya lebih dalam berinovasi. “Hal ini untuk menyesuaikan produk yang kami tawarkan kepada pelanggan, sehingga bisa banyak menjangkau dan diterima dimasyarakat,” jelasnya.

Adapun, selain sebagai kegiatan sosialisasi, BantuSaku juga ingin mendengarkan jenis produk pembiayaan apa yang dibutuhkan para pengusaha muda di Kot aBatam. Harapan kedepan, pihaknya bisa mengakomodir kebutuhan pembiayaan UMKM di Kota Batam.

Nantinya, BantuSaku terus menyelenggarakan kegiatan ini di 12 provinsi di Indonesia. Tukuannya untuk terus menyosialisasikan fintech lending sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Sekaligus mempelajari demand di masyarakat untuk agar dapat berinovasi dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelanggan.
Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi