Nalar.ID

Legitnya Peluang Pasar Industri Gim Nasional

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah menjalankan berbagai program stimulan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu leading sektor dalam proses transformasi digital nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan industri game developer atau pengembang gim di Indonesia. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan menyatakan peluang pasar industri gim nasional sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah memfasilitasi pengembangan ekosistem gim nasional.

“Hal itu untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan menjadi tuan rumah di negara sendiri dengan kemajuan teknologi dan inovasi dalam industri gim nasional. Saatnya Game Developer Indonesia naik level untuk Indonesia terkoneksi makin digital,” ujar Semuel A. Pangerapan di Jakarta, belum lama ini.

Dirjen Semuel menyatakan, sektor industri gim jadi salah satu sektor yang berkembang pesat selama pandemi Covid-19.

Mengutip laporan Peta Ekosistem Industri Game Indonesia tahun 2021 yang dirilis Kementerian Kominfo bersama Niko Partners, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyebut pendapatan segmen gim Indonesia dalam platform mobile dan fisik mencapai USD1.074 Miliar. 

“Angka ini potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,” tandasnya.

Namun demikian, Dirjen Semuel mengakui pelaku industri lokal hanya menguasai 2% dari pasar gim Indonesia.

“Berdasarkan riset Kementerian Kominfo bersama Asosiasi Game Indonesia dan lebih pada tahun 2020, pelaku industri lokal hanya menguasai 2 persen dari pasar gim Indonesia,” ujarnya. 

Oleh karena itu, Kemenkominfo memantau perkembangan kondisi ekosistem industri game Indonesia. Serta menciptakan inisiatif yang dapat mendorong laju pertumbuhan para pelaku industri gim di Indonesia.

“Tahun 2022, kami kembali menerbitkan Peta Ekosistem Industri Game Indonesia tahun 2021 untuk mendapat basis informasi bagi pelaku industri gim, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain,” jelas Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Sesuai Peta Ekosistem Industri Game Indonesia tahun 2021, Dirjen Semuel menyatakan jumlah pemain gim Indonesia di atas 170 juta orang di berbagai macam platform. Menurutnya, hal itu didorong dengan keberadaan ponsel pintar atau smartphone sebagai platform terpopuler untuk bermain gim. 

“Dibuktikan dari jumlah pemain dan juga waktu mereka bermain. Sebanyak 84 persen pemain game Indonesia yang disurvei adalah pemain game melalui ponsel pintar. Disusul 43 persen pemain melalui computer atau desktop. Lalu, 20 persen melalui notebook atau laptop dan 9,5 persen melalui console,” ungkapnya.

Jika dilihat dari waktu bermain, pemain gim Indonesia menghabiskan mayoritas waktu bermain di ponsel pintar dengan rata-rata 11 jam per minggu. Disusul pemain gim di computer sekitar 8 sampai 9 jam per minggu dan pemain gim console sekitar 7 jam per minggu. 

“Besarnya pasar penggunaan game tersebut, perlu dilirik dan dimaksimalkan potensinya, serta mendorong penguasaan oleh Game Developer Indonesia,” ujar Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Gandeng AGI

Guna mengeksplorasi pertumbuhan industri gim lokal, Kemenkominfo bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) kembali menyelenggarakan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Tahun ini, menurut Dirjen Semuel ada  peningkatan skala, jangkauan, dan rangkaian kegiatan yang lebih variatif dari IGDX tahun sebelumnya. 

“Diharapkan dengan lebih banyaknya rangkaian kegiatan dan skala penyelenggaraan yang lebih besar di tahun 2022, IGDX mampu memberikan lebih banyak dampak positif bagi industri gim dalam negeri,” ujarnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan program IGDX ini pertama kali diadakan pada tahun 2019. Untuk memfasilitasi pengembang gim, ada rangkaian sub-kegiatan antara lain IGDX Academy, IGDX Career, IGDX Business, dan IGDX Conference.

“Pada hari ini kami secara resmi membuka program IGDX 2022, dimana kami sangat berharap Game Developer Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam rangkaian program yang akan dilaksanakan selama 5 bulan ke depan,” ujarnya.

Melalui IGDX Academy, Dirjen Semuel menjelaskan peserta akan mendapatkan mentorship secara online oleh mentor global dan nasional dengan pengalaman di industri gim. Peserta yang mendapatkan akses itu, telah terpilih melalui tiga tahap proses kurasi. 

“Pada penyelenggaraan tahun 2021, IGDX Academy diikuti 15 studio level advance dan 9 studio level intermediate,” jelasnya.

Mengenai IGDX Career, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyebutnya sebagai kegiatan untuk mewadahi talenta di bidang industri gim agar dapat diserap pelaku industri. 

“IGDX Career bertujuan mempertemukan talenta lokal berbakat dengan perusahaan-perusahaan game developer di Indonesia yang dilakukan melalui Platform Digital khusus,“ tuturnya.

IGDX Business and Conference jadi ajang bagi pelaku industri gim dalam negeri dan luar negeri dalam berbagi informasi dan perkembangan mengenai industri gim global di masa mendatang.

“IGDX Bussiness merupakan kegiatan business matchmaking secara offline secara hybrid (offline atau online) yang mempertemukan game developer lokal Indonesia dengan buyer atau publisher, game developer global, atau investor lokal atau global,” jelas Dirjen Semuel. 

Sedangkan melalui IGDX Conference, peserta dapat mengikuti seminar dan workshop secara hibrida dan bisa berinteraksi dengan pembicara dari berbagai stakeholders industri gim nasional dan global.

“Seperti pewakilan lembaga pemerintahan, tokoh industri game, perwakilan buyer atuu publisher, atau perwakilan sektor industri terkait,” jelas Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi