Nalar.ID

Libatkan 500 Perawat, Bunda Ima Cetak Rekor LEPRID

Jakarta, Nalar.ID – Ada yang menarik dalam perkenalan ‘Media Sosial Polisi Selebriti’ dan POLIS Award 2018 di Auditorium Mutiara PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/12) lalu.

Dalam acara tersebut, Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd., M.Si., Pimpinan Yayasan Imaculata Autism Boarding School sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia ini mengukir prestasi. Ia menyabet sejarah dan berhasil mencetak rekor Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LEPRID).

Rekor yang dicapai, yakni Inisiator Rekor Training Terapis Autis dengan Peserta Perawat Terbanyak. Sebanyak 500 perawat hadir. Bunda Ima, sapaan akrabnya, menuturkan training yang melibatkan perawat ini bertujuan agar perawat ini tak hanya menangani pasien normal namun anak berkebutuhan khusus atau autis.

“Saya melibatkan perawat agar mereka lebih paham cara menangani anak berkebutuhan khusus. Saya lihat berkali-kali, selama ini rumah sakit menolak anak autis untuk menginap karena pihak rumah sakit takut. Mereka diajarkan menangani anak berkebutuhan khusus, mulai dari ruangan, kamar mandi sampai pola makan pun harus ditangani baik,” ujarnya, dihubungi, Sabtu (15/12).

Penghargaan ini mengangkat tiga ‘Duta Polisi Selebriti’ yang sedang viral, dan satu ‘Polri Inspirasi’. Diantaranya, AKP. Eko Hari Cahyono, yang viral lewat ‘Masuk Pak Eko’. Lalu, Kompol Netty Siagian, polisi yang viral ditahan masyarakat nelayan.

Kemudian, Kombes Pol. Armaini, SIK., polisi yang viral menenangkan pengunjuk rasa. Serta Brigjen Pol. Teddy Minahasa Putra, atas inspirasi kepedulian sosial yang tinggi. Penghargaan juga diserahkan untuk kategori ‘Kapolres Paling Fenomenal’ yang diraih Kombes Pol. Hengky Haryadi, SIK., MH.

Selain keempat anggota polisi tersebut, POLIS Award 2018 juga menyerahkan penghargaan kepada 14 polisi pemenang lainnya. Termasuk didalamnya, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol. Hengki Haryadi, SIK., MH., ‘Kapolres Paling Fenomenal’.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi