Nalar.ID

Limp Bizkit Siap Menggila di Bali

Nalar.ID, Jakarta – Festival musik terbesar di Tanah Air segera digelar di Bali, 8 – 9 September mendatang. Sebanyak 80 musisi lokal dan internasional, mulai dari Padi Reborn hingga Limp Bizkit, akan beraksi di Garuda Wisnu Kencana.

Mengusung tema ‘The Soul of Expression’, perhelatan festival musik terbesar di Tanah Air, Soundrenaline 2018, kembali digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Ada 80 musisi nasional dan mancanegara, yang akan terlibat penuh di konser ini. Mulai dari lintas genre, seperti rock, pop, metal, sampai elektronik.

Diantaranya musisi lokal Barasuara, Navicula, Seringai, Naif, Sheila on 7, Burgerkill, Pee Wee Gaskins, hingga Maliq D’Essentials dan lainnya. Termasuk bintang tamu Padi Reborn. Piyu dan para personil antusias menerima tawaran ini. Sedianya, grup asal Surabaya ini akan mengusung penampilan di panggung dengan konsep sing a long.

“Sudah 7 tahun kami vakum dan hibernasi. Nanti mau kasih penampilan khusus, belum pernah kami bawakan sebelumnya di panggung-panggung kami selama ini,” kata Piyu, sang gitaris.

Tak kalah keren, turut hadir line-up utama yaitu kehadiran band Limp Bizkit. Hingga informasi ini diturunkan dan konfirmasi penyelenggara, band rapcore rock asal Amerika Serikat ini bakal hadir di Soundrenaline 2018. Band yang digawangi Fred Durst (vokal), Wes Borland (gitar), Sam Rivers (bass), dan John Otto (drum), ini akan tampil di hari kedua festival, yaitu 9 September. Sejauh ini, Limp Bizkit, menjadi artis internasional pertama yang mengisi perhelatan ini.

Pernah Gagal ke Indonesia

Ini menjadi kedatangan pertama Limp Bizkit ke Tanah Air setelah terakhir 15 tahun lalu mereka membatalkan rencana tampil di Bali pada Desember 2003. Saat itu, band bentukan 1995 ini akan datang ke Indonesia dalam rangka tur Asia Tenggara. Tiba-tiba, Departemen Keamanan Amerika Serikat, mengeluarkan pernyataan soal peringatan ancaman kunjungan atau perjalanan luar negeri.

Alhasil, Fred dan teman-temannya batal ke Indonesia. Musababnya, ancaman tiba itu menyusul serangan bom teror di Turki pada 15 dan 20 November 2003. Tak hanya Indonesia, saat itu, Limp Bizkit, juga batal tampil di Filipina dan Thailand.

Selain itu, hadir pula para penampil dari Bali dan Asia Tenggara dengan suguhan dan aksi menawan. Secara teknis, konsep panggung Soundrenaline 2018 akan memanjakan ribuan penonton di lima panggung musik, Area Creators Park dan Area A Camp. Ronald Subekti, dalam paparan kepada media, Kamis (12/7) lalu mengatakan, sajian lima panggung, serta Area Creators Park dan Area A Camp, untuk memberi kenikmatan dan merayakan bagi penonton yang hadir.

“Selain sajian konser, festival ini bisa menjadi ruang ekpresi bagi para kreator musik hingga mengajak semua pengunjung menikmati bareng-bareng. Di dua venue (Area Creators Park dan Area A Camp) itu, penikmat dan musisi bisa memutar film, workshop, hingga marketplace,” tukas Ronald.

Uniknya, di dalam Area Creators Park dan Area A Camp, pengunjung bisa berinteraksi dan melihat langsung penampilan Piyu dari Padi Reborn. “Contoh, kalau kita lihat festival di luar negeri, orang-orang bisa bermalam (menginap), buat tenda sambil nunggu penampil utama naik (panggung),” kata Piyu.

Tak hanya itu. Festival ini juga menampilkan image baru. Mulai dari tampilan logo lebih yang lebih collour full, sampai konsep festival yang berbeda, yaitu hadirnya Area Creators Park dan Area A Camp. Jika logo di 2017 lebih cenderung kaku, di 2018, lebih berwarna dan luwes. “Logo baru sesuai kebebasan ekspresi. Enggak cuma musisi dan penonton, tapi berlaku untuk kreator dan seniman, dari bidang-bidang lain seperti di film dan seni rupa,” ungkap Ronald.

Penulis: Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi