Nalar.ID

Lindungi Bumi dengan Gaya Hidup Climate Positive

Nalar.ID – Sudah saatnya kita bergerak menyelamatkan lingkungan hidup. Climate positive adalah salah satu upaya yang dilakukan agar bisa mencegah terjadinya pemanasan global. Lebih sederhananya, disebut: gaya hidup hijau.

Diketahui, ada beberapa perilaku kita yang justru bisa mengakibatkan perubahan iklim. Kadang dilakukan tanpa kita sadari. Makanya, butuh membiasakan gaya hidup yang mampu memberi dampak positif. Baik bagi kondisi lingkungan atau ketersediaan energi.

Sulit bila tidak dibiasakan. Atau mungkin, belum tahu cara melakukannya. Sebetulnya, mungkin Anda telah mengetahui beberapa di antaranya.

Apa saja?

 1. Jadi Vegan

Tidak memakan produk daging ternyata bisa mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 49 persen. Sehingga, bisa memulai pola hidup vegan. Berarti, sama sekali tak menggunakan produk-produk hewani.

Agak sulit memulainya. Tapi dapat berpikir, yang Anda lakukan itu bukan hanya menyelamatkan lingkungan. Tetapi demi kesehatan sendiri. Banyak mengonsumsi daging dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Mulai dari kardiovaskular, kanker hingga diabetes. Kini sudah banyak resto vegetarian bermunculan. Tips memasak bagi vegetarian bisa ditemukan di berbagai situs. Perlu diingat, menjalani pola vegan harus disertai dengan asupan gizi yang baik. Sumber asupan protein hewani Anda hilang. Pastikan dapat penggantinya. Tentu, dengan banyak mengonsumsi sumber protein nabati.

2. Stop Pakai Plastik

Poin ini kerap digemborkan. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Emisi karbon yang dihasilkan cukup tinggi. Baik dari segi produksi, juga pembuangan. Gunakan kemasan selain plastik. Ubah kebiasaan untuk tidak mengandalkan kantong plastik. Terutama, saat berbelanja. Sebagai ganti, beli tas yang reusable karena lebih ramah lingkungan.

3. Tak Buang Makanan

Mungkin Anda baru mengetahui bahwa sisa makanan yang terbuang dapat mempengaruhi iklim. Sama halnya dengan sapi, sampah organik dari sisa makanan dapat menghasilkan gas metana. Di mana seperti yang telah kita bahas, salah satu penyebab dari pemanasan global.

Cara menghindarinya tentu adalah dengan membuat pola makan yang bijak. Seperti tidak lapar mata, misalnya. Atau juga pada saat Anda membeli makanan di luar. Berpesanlah pada penjual untuk tidak perlu memasuki menu yang Anda tidak sukai.

4. Kurangi Konsumsi Daging

Diketahui konsumsi daging bisa mengakibatkan pemanasan global. Kok, bisa? Tentu saja bukan datang langsung dari tubuh hewan penghasil susu ini. Tepatnya, dari pola memamah biaknya.

Siapa sangka, setiap seekor sapi bersendawa, mereka melepaskan gas metana. Sementara gas metana sendiri bisa memicu efek rumah kaca. Tetapi, hal ini telah dibuktikan secara ilmiah.

Gas metana merupakan salah satu unsur penyebab pemanasan global. Kini, bisa dibayangkan berapa kira-kira jumlah sapi di dunia. Makanya, mulai kini kurangi konsumsi daging sapi. Lagi pula, terlalu banyak mengonsumsi daging merah tak baik bagi kesehatan. Salah satunya, menaikkan kadar kolesterol.

5. Hemat Energi

Pernah kita lakukan tanpa sadar. Di era modern ini, pemakaian energi cukup tinggi. Semua serba online, sehingga terus terhubung dengan listrik. Ada beberapa cara mudah membiasakan diri hemat energi.

Selalu memadamkan lampu penerangan jika tak digunakan. Lalu mencabut sambungan kabel yang tertancap. Hentikan membiarkan televisi atau alat elektronik lain berada di posisi ‘standby’. Padahal, jarang digunakan.

Nyatanya, kebiasaan-kebiasaan buruk ini masih kerap kita lakukan. Jika sudah terbiasa, secara otomatis melakukannya, tanpa perlu diingat.

6. Ruang Terbuka Hijau

Bisa memulai di rumah. Sulit? Tidak. Terutama jika punya taman, walau kecil. Perbanyak tumbuhan hijau di ruang terbuka di tempat tinggal. Bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai tempat pengembangan.

Secara ilmiah telah terbukti. Tumbuhan delapan kali lebih efektif menyerap polusi Udara. Memanfaatkan barang bekas tak terpakai juga baik, karena telah mengurangi produksi sampah.

7. Manfaatkan Transportasi Umum

Salah satu kelebihan menggunakan transportasi umum, yakni terhindar macet. Selain menguntungkan diri sendiri, juga melestarikan lingkungan. Yang jelas, emisi gas buang menyebabkan polusi udara. Anda juga jadi tergantung oleh kebutuhan bahan bakar fosil.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

 

 

 

 

 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi