Nalar.ID

Manfaat Konservasi untuk Warga Banjar

Nalar.ID, Riau – Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Tiwingan Kawasan Konservasi Taman Hutan Raya Sultan Adam di Desa Tiwingan Lama dan Desa Kalaan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, merasakan manfaat kegiatan konservasi.

Rahmani, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Alimpung, menuturkan sistem swakelola di kawasan Tahura Sultan Adam yang dirintis sejak 2013 banyak memberikan manfaat saat Covid-19.

Saat banyak sektor usaha terganggu pandemi, petani KTH Alimpung tetap bisa penghasilan dari panen getah karet. Petani juga mulai menikmati hasil tanaman kemiri, jengkol, cempedak, dan durian.

Selain jadi area produksi pertanian, DAS Tiwingan adalah salah satu objek wisata alam bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam seluas 112.000 hektare. Pengelolaan Tahura bersinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Kehutanan, melalui Dirjen BP-DAS Barito. Serta PT Tunas Inti Abadi (TIA), anak usaha PT ABM Investama Tbk.

“Rehabilitasi DAS yang wajib dilakukan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong.

Penulis: Febriansyah |Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi