Nalar.ID

Masa Depan Indonesia Tak Lagi di Perkotaan tapi Disini

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan masa depan Indonesia tidak lagi berada di perkotaan. Melainkan di pedesaan sebagai penyedia utama lumbung pangan dengan keberadaan 26 juta keluarga petani dan nelayan.

Serta sentra perekonomian rakyat karena menjadi ruang hidup bagi sekitar 1,5 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Ironisnya, saat ini jumlah penduduk miskin di pedesaan sangat banyak. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2020, pada September 2019 penduduk miskin pedesaan mencapai 14,93 juta orang. Sedangkan di kota 9,86 juta orang. Ini menunjukan masih besarnya potensi desa yang belum tergarap maksimal. Perlu peran semua pihak. Pemerintah pusat, daerah, atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga demokrasi di tingkat desa,” kata Bamsoet.

Ia memaparkan, data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat, saat ini sekitar 30 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Total omzet mencapai Rp 2,1 triliun.

“Keberadaan BUMDes adalah representasi model ekonomi padat karya. Mampu membawa dampak penyerapan tenaga kerja tinggi dan menggerakkan sektor riil di akar rumput,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, berdasarkan data BPS tahun 2018, terdapat 83.931 wilayah administrasi setingkat desa. Terdiri atas 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat). Kemudian 8.444 kelurahan dan 51 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT).

“Jika satu desa minimal bisa membentuk satu BUMDes, kita masih kurang sekitar 50 ribu lebih BUMDes. Tugas berat BPD memastikan setiap desanya agar bisa segera memiliki minimal satu BUMDes. Sehingga masyarakat desa bisa semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi