Nalar.ID

Maspettag, Metode Putus Rantai Penularan TB Paru di Kabupaten Sijunjung

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah menargetkan Indonesia bisa terbebas dari penyakit tuberkulosis (TB) pada tahun 2030. Hal ini sesuai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (The Sustainable Development Goals/SDGs).

Untuk mendukung eliminasi TB di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sijunjung menggagas inovasi Masyarakat Peduli TB Tanjung Gadang (Maspettag) yang dimotori oleh Puskesmas Tanjung Gadang.

Inovasi ini muncul sebagai solusi atas rendahnya cakupan penemuan terduga TB dan kasus TB Paru positif di Sumatra Barat.

Dalam pemaparan Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, inovasi Maspettag bertujuan untuk meningkatkan penemuan terduga dan kasus TB di masyarakat melalui penyebarluasan informasi atau edukasi, deteksi dini dan upaya ketuk pintu ke rumah-rumah yang terduga TB.

Inovasi yang digagas tahun 2017 ini menggandeng eks penderita dan keluarga penderita TB untuk menjadi agen pemberdayaan yang memberi edukasi kepada masyarakat agar proaktif memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami gejala TB.

Yuswir mengungkapkan, salah satu latar belakang digagasnya inovasi ini adalah paradigma masyarakat marginal di Kecamatan Tanjung Gadang. Di mana, menganggap bahwa penyakit TB berkaitan dengan hal mistis (diracuni atau guna-guna), sehingga penderita menyembunyikan penyakitnya.

Lalu, tidak mengakui pengobatan secara medis dan memilih pengobatan alternatif melalui penyehat tradisional atau dukun.

“Salah satu efektivitas Maspettag ini adalah bisa mengubah mindset masyarakat untuk tak lagi berobat ke dukun, tapi ke medis atau puskesmas,” ujarnya secara virtual belum lama ini.

Permudah Akselerasi

Keunikan dari Maspettag, yaitu adanya Buku Tabungan Dahak. Buku khusus dimiliki setiap kader sebagai dokumen bukti pendataan sampel dahak yang dikumpulkan untuk melihat jumlah terduga TB yang ditemukan, mempermudah akselerasi jika ditemukan kasus positif, dan dijadikan dasar pemberian reward.

Dalam implementasinya, inovasi ini membantu masyarakat. Khususnya kelompok rentan untuk mengakses informasi tentang penyakitnya.

Adanya Kader Maspettag juga mempermudah petugas kesehatan untuk mendeteksi sedini mungkin masyarakat yang terkena TB, sehingga dapat diobati sesuai standar kesehatan. Upaya ini dapat memutus mata rantai penularan penyakit TB di masyarakat.

Keberhasilan Maspettag diukur dari aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial masyarakat sebagai penerima manfaat di wilayah kerja Kecamatan Tanjung Gadang.

Dalam aspek kesehatan, angka kesembuhan penyakit TB di Kecamatan Tanjung Gadang terjadi peningkatan sebanyak 31 tahun 2019, yang awalnya hanya 17 tahun 2016. Dari aspek sosial, terjadi peningkatan jumlah Kader Maspettag dari 17 orang (2016) menjadi 45 orang (2019).

Masyarakat marginal juga makin membuka diri pada pelayanan kesehatan TB. Dari aspek ekonomi, pemerintah memberdayakan penderita TB yang sudah sembuh dengan melibatkan OPD terkait.

“Penderita TB yang sudah sehat kami sudah perlakukan haknya sama dengan masyarakat biasa. Kita berikan kesempatan pada mereka untuk masuk kerja,” imbuhnya.

Inovasi Maspettag telah direplikasi di tiga puskesmas di Kabupaten Sijunjung.

Antara lain Puskesmas Tanjung Ampalu dengan inovasi KAMERA (Kader Memberantas TB), Puskesmas Kamang dengan inovasi Gemang Betimang (Gerakan Masyarakat Bebas Tuberkulosis di Puskesmas Kamang), dan Puskesmas Kumanis dengan inovasi Gemar Perjaka 2M (Gerakan Masyarakat Perangi Gejala Batuk Berdahak Lebih Kurang 2 Minggu).

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi