Nalar.ID

Mau jadi Unicorn? Simak 4 Tips Ini

“Kita harus dorong startup Indonesia!”

Nalar.IDKalimat itu diucapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam diskusi ‘Forum Merdeka Barat 9’ di Jakarta, akhir Februari lalu.

Rudi menuturkan, pertumbuhan startup digital dan unicorn, atau startup dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS, di Indonesia begitu cepat. Situasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi.

Guna memperlancar laju unicorn, pemerintah berperan banyak. “Mempermudah regulasi, perizinan, sampai membuat ‘program 1000 startup digital’ untuk menyiapkan para pelaku bisnis yang mau menjadi unicorn dan startup,” kata Rudi, di sela diskusi.

Laporan CB Insight, Senin (4/3) menyebut, hingga Januari 2019, lebih dari 300 unicorn di dunia. Empat diantaranya asal Indonesia: Traveloka, Bukalapak, Tokopedia, dan Go-Jek.

Sebetulnya, apa saja persiapan  untuk menjadi unicorn? Berikut kuncinya, Nalar.ID kutip dari Alex Moazed, founder dan CEO Applico, perusahaan konsultan bisnis yang 6 tahun mencengkeram dalam dunia startup.

Bisnis Model Tepat

Butuh rencana untuk membuat ide bisnis menjadi kenyataan. Mulai cari ide dari kekurangan, kesulitan, atau kebutuhan orang-orang di sekitar. Setelah terkumpul semua ide, tentukan satu yang terbaik dan diminati.

Kata CEO Zappos, Tony Hsieh, memilih jenis bisnis yang tepat merupakan hal penting saat membangun perusahaan. Usai terpilih, lanjut dengan menentukan konsep, merek dan model bisnis.

Pilih model bisnis berpotensi tinggi dan sedikit kompetitor, yakni berbasis platform. Temuan Billion Dollar Startup Club menyebut bahwa 25 persen investor lebih percaya pada bisnis berbasis platform. Kebanyakan unicorn berbasis platform.

Go Mobile

Pertumbuhan mobile terbilang tinggi lima tahun terakhir. Hampir kebanyakan orang punya telepon pintar (smartphone). Bila ingin menjadi unicornmobile harus prioritas. Itu kunci menangkap engagement basis pengguna.

Tim Kuat

Mudah untuk mendapatkan pendanaan, artinya tim semakin kuat. Untuk dapat modal dari institusi atau perusahaan, perhatikan kinerja tim. Investor bakal bertaruh pada posisi, waktu, kekuatan tim, dan model bisnis.

Amankan Supply

Setelah terbentuk platform, pastikan punya sumber pemasok aman. Tak hanya pada konsumen, Anda perlu menumbuhkan loyalitas di basis produsen. Untuk kualitas produksi, konsumen menggunakan produk Anda. Sementara, tanpa kuatnya populasi produsen, bisnis tak akan mampu menjadi perusahaan unicorn.

Tidak mudah untuk menjadi salah satu unicorn. Tapi bisa diupayakan, kok. Yang perlu dilakukan adalah terus berekperimen, inovasi, mencari peluang pasar, dan memperkuat tim. Tokopedia, Traveloka, Go-Jek dan Bukalapak, saja bisa. Anda?

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi