Nalar.ID

Melatih Talenta Digital Sejak Dini

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menyiapkan 50 ribu orang data scientist guna memenuhi kebutuhan industri di Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kominfo Hary Budiarto melalui Thematic Academy Program Digital Talent Scholarship, akan melatih talenta sejak dini atau pelajar sekolah dasar.

“Kita melakukan dari berbagai tingkat. Mulai tingkat dasar tingkat anak-anak, lalu menengah sampai advance,” ujar Hary, belum lama ini.

Menurutnya, pelatihan data science untuk pelajar SD bertujuan untuk memberi pengetahuan dasar tentang materi-materi data science sejak usia dini. 

“Kita sasar anak-anak agar mereka mendapat beberapa hal tentang manfaat teknologi digital, khususnya untuk data science,” jelasnya.

Hary menjelaskan, usai pembukaan pelatihan, 120 peserta akan dibagi tiga kelas. untuk yang didampingi masing-masing guru. Para siswa akan dikenalkan materi-materi dasar tentang data science yang dapat langsung dipraktikkan. 

“Kita harap setelah pelatihan anak-anak memahami maksud data science, lalu bisa menggunakan data science ini untuk keperluan sehari-hari. Artinya, dalam kehidupan mereka atau saat mereka di lingkungan sekolah, termasuk para guru dan orang tua bisa belajar dari pengetahuan di anak-anak,” tuturnya. 

Sebagai contoh, setiap peserta akan membuat program data science dan coding agar punya bekal saat tumbuh dewasa. 

Kominfo berharap melalui pelatihan ini sejak usia dini, para pelajar akan mampu memiliki kecakapan-kecakapan digital di era industri 4.0. Maka itu, pelatihan itu di tahun 2022 menargetkan 1.000 peserta.

“Pelatihan lima hari dan kita target akan melatih 1.000 peserta tahun ini. Nanti, tahun depan kita tingkatkan. Kita perluas untuk tema-temanya, tak hanya data science, tapi bisa AI, IoT, Cyber Security, dan tema-tema coding,” imbuhnya.

Ia menjelaskan pelatihan Data Science juga menyasar pelajar di tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas hingga perguruan tinggi. Untuk pelajar SMA akan diberikan sertifikat dan mahasiswa difasilitasi untuk magang di industri data science. 

“Jadi, pelajar SMA/SMK yang mereka sudah kita bisa sertifikasi, kemudian mahasiswa dan yang akan menempuh program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka), yaitu mahasiswa semester enam kita magangkan sehingga mereka ketika lulus langsung memasuki dunia industri untuk masuk ke bidang-bidang pekerjaan data scientis,” jelasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi