Nalar.ID

Mempercepat Implementasi Desa Ramah Perempuan-Peduli Anak

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyampaikan, tahun 2022, pihaknya akan fokus mengimplementasikan model Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Kementerian PPPA bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau untuk Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, kita kerja sama dengan Kementerian Desa. Untuk kelurahan, adalah dengan Kemendagri,” ujar Bintang, dikutip dari di kanal YouTube Sekretariat Kabinet belum lama ini.

Diketahui, DRPPA adalah desa/kelurahan yang berperspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan. Serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan, yang dilakukan   terencana, menyeluruh, berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan Indonesia.

Pengembangan model ini untuk menjawab lima arahan Presiden Joko Widodo terkait PPPA. Di mulai dari tingkat mikro, yaitu desa/kelurahan. Kelima arahan itu adalah peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan berperspektif gender, peningkatan peran ibu/keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.

“Di salah satu desa dengan kepala desa perempuan, melalui Perdes-nya (peraturan desa), yang diikuti dengan penganggaran, diikuti sanksi sosial, beberapa desa sudah mampu menihilkan dari perkawinan anak,” ujarnya.

Menteri PPPA berharap semua daerah di Indonesia bisa mereplikasi model DRPPA ini. “Kalau ini berhasil, kita harap pimpinan daerah, bupati/wali kota setempat mereplikasi model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak ini,” pungkasnya.

Berdasarkankan informasi dari Kementerian PPPA, inisiasi DRPPA di mulai tahun 2021 di 10 desa percontohan. Pembiayaan seluruhnya berasal dari APBN. Jauh meningkat dibandingkan tahun 2021. Tahun 2022, Kementerian PPPA mengembangkan DRPPA di 132 desa sambil meneruskan 10 desa tahun 2021, sehingga total 142 desa.

Dengan semakin meningkatkannya dukungan dan kesadaran para kepala daerah terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, jumlah ini kembali bertambah menjadi 156 desa dan 70 kelurahan.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi