Nalar.ID

Menang Gugat Gen Halilintar, Rahayu Kertawiguna: Supremasi Hukum untuk Hak Cipta

Nalar.ID, Jakarta – Selama dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 memukul sejumlah sektor industri. Salah satunya industri kreatif di bidang musik. CEO PT Nagaswara Publisherindo, Rahayu Kertawiguna memiliki harapan besar pandemi segera berakhir dan semua dapat berjalan dengan normal.

“Harapan saya dan kita semua di tahun 2022, pandemi segera berakhir,” tukas Rahayu, kepada Nalar.ID, Selasa (28/12/2021).

Selain rasa optimis pandemi akan segera berakhir, menjelang tutup tahun dan menyambut 2022, Rahayu baru saja mendapatkan kabar bahagia.

Gugatan label musik PT Nagaswara Publisherindo terhadap Gen Halilintar atas kasus pelanggaran hak cipta atas lagu Lagi Syantik yang dipopulerkan oleh Siti Badriah membuahkan hasil. Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) dengan memenangkan pihaknya.

Rahayu mengucap syukur atas keputusan MK itu. Perjuangan panjangnya berbuntut kemenangan.  Hal ini merupakan bagian dari target PT Nagaswara Publisherindo menuju 2022.

“Target dan capaian di bisnis musik tahun 2022 adalah supremasi hukum terhadap hak cipta. Ini seiring Nagaswara memenangkan gugatan terhadap Gen Halilintar di Mahkamah Agung baru-baru ini (15 Desember 2021 lalu),” tegasnya.

Wajib Izin

Kemenangan ini menjadi kado indah menyambut tahun baru 2022. Diketahui, pihak Gen Halilintar dengan sengaja mengubah lirik lagu tersebut tanpa izin pencipta lagu dan mengomersialkannya.

Menurut hakim, perbuatan Gen Halilintar yang tanpa hak dan izin telah mengubah lirik, memproduksi, dan menyebarluaskan lagi Lagi Syantik yang telah dimodifikasi adalah perbuatan pelanggaran hak cipta.

Pasca kemenangan ini, Rahayu tidak melarang siapapun yang ingin meng-cover lagu-lagu yang ada di bawah naungan PT Nagaswara Publisherindo. Dengan catatan, wajib meminta izin dan ikut ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, gugatan PT Nagaswara Publisherindo terhadap Gen Halilintar sudah cukup lama bergulir. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat sempat menangani kasus ini pada 30 Maret 2022, lalu hakim menolak gugatan tersebut.

Tak terima atas putusan hakin PN Jakarta Pusat, PT Nagaswara Publisherindo mengajukan PK ke MA, dan putusannya membatalkan vonis hakim PN Jakarta Pusat.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi