Nalar.ID

Mencicip Gurih Manis Rigen Pizza

Jogjakarta, Nalar.ID – Bertandang ke Jogjakarta, sesekali sambangi cafe satu ini. Terletak di Jalan Bintaran Tengah, Rigen Cafe, cafe mungil penuh artistik warna-warni ini menawarkan aneka menu pizza dan toping lainnya.

Resep dapur langsung ditangani oleh sang pemilik, Roro Yulie, alias Si Ratu Pizza, sapaan akrabnya. Meskipun diluar banyak produk pizza berbagai varian, pemain besar hingga ‘kaki lima’, Roro menjamin pizza buatannya tak kalah enak seperti pizza di pizza restoran cepat saji luar negeri.

Pizza, biasa dikenal kudapan asal Eropa dan Amerika Serikat. Sementara, Rigen Cafe, dengan santapan utama pizza, justru dipasarkan di wilayah Jogjakarta, kota Pelajar yang identik dengan makanan manis. Bagaimana Roro mengenalkan pizza buatannya terhadap lidah orang Jogjakarta?

“Lebih empuk, mengenyangkan. Kalau diluar (produk lain), keras, bahkan adonan pizza-nya enggak berasa. Hanya berasa kalau ada toping diatasnya. Di Rigen Pizza, ada rasa gurih. Gurih manis menyesuaikan lidah Indonesia,” ucap Roro, Senin (21/1).

Pizza Tempe

Soal harga, tak menguras kantong. Mulai dari Rp 14 ribu – Rp 90 ribuan, Anda bisa mencicip aneka menu. Mulai dari spicy chicken blackpapper, seafood pizza, beef bolognese, hingga pizza tempe, dan lainnya.

Ketimbang makanan lain, Roro memilih pizza sebagai jualan utama. Sebab, makanan ini sangat muda diterima berbagai kalangan. Terlebih, anak-anak milenial suka hal-hal kekinian. Bahkan, dengan pemain atau brand besar pizza di Indonesia yang tetap bertahan dalam segala kondisi ekonomi.

Sesuai nama cafe, Rigen, diambil dari Bahasa Jawa yang berarti cekatan. “Diharapkan semua karyawan sangat cekatan dalam pelayanan,” tambahnya.

Yulie, bukan pemain baru di menu pizza. Di Jogjakarta, juga bertebaran aneka jenis pizza. “Tantangannya, disekitar lokasi (Rigen Cafe) ada beberapa pizza ternama jaraknya 1,5 kilometer. Tapi kalau mereka sudah merasakan rasanya, pasti akan kembali kepada kami,” ungkapnya.

Street Pizza

Meski sudah lebih dari tiga tahun berjalan, bukan berarti usaha ini lurus-lurus saja. Tahun-tahun awal berdiri, misalnya, banyak pegawai keluar-masuk sehingga tak bisa membuat sistem yang tepat.

“Pekerjaan harus mengulang lagi. Tapi pengalaman manisnya, pernah kedatangan teman asal Malaysia yang merasakan pizza kami. Dia ternyata ingin membangun pizza ini di Malaysia,” ujarnya.

Sukses dengan pizza ‘masuk cafe’, Roro, berencana penetrasi dengan konsep street pizza. Yakni menjajakan menu pizza di tepi jalan. “Tahun ini, kami akan branding. Rigen Cafe hanya induknya. Street pizza, konsepnya seperti martabak manis atau roti bakar dengan outlet di jalanan agar lebih mengenalkan lagi ke masyarakat,” tukasnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi