Nalar.ID

Mengenal Alternatif Tontonan MNC Group

Nalar.ID – ‘Nonton Gak Monoton’. Demikian, tagline aplikasi MNC Group terbaru bernama RCTI+ (atau RCTI Plus) yang diperkenalkan ke publik belum lama ini.

Dalam keterangan sumber RCTI, aplikasi ini merupakan sajian tayangan yang tak akan membuat penonton merasa monoton. RCTI+ merupakan platform digital saluran televisi non-berbayar. Biasa disebut Free to Air (FTA).

Layanan ini berisi sejumlah konten kreatif dan menghibur. Mulai dari tayangan original, adegan salah atau bloopers, behind the scene atau kisah dibalik layar, dan lainnya.

Seperti namanya, aplikasi ini ini memberikan begitu banyak ‘plus’. Menyajikan beberapa channel atau program terbaik dari stasiun televisi di MNC Media.

Tidak hanya program-program di RCTI. Namun ada dari MNCTV, iNews, dan GTV. Semua terbungkus dalam satu aplikasi. Termasuk Exclusive Content yang hanya tayang di RCTI+.

Aplikasi ini bisa diunduh di toko aplikasi App Store dan Play Store dengan konsep over-the-top. Termasuk dapat mengakses pertunjukan Timeless, Personalisasi, Pembaruan dan Hadiah. Serta program Library. Ini merupakan konten program yang tiba-tiba membawa nostalgia dengan program legendaris.

Dua Bisnis Utama

Lainnya, Anda dapat menemukan Full Episode. Ini program konten dengan episode lengkap. Lainnya, ada Clips, konten format pendek dari acara program. Termasuk Extras, konten eksklusif yang hanya ditampilkan pada aplikasi. Hingga Trending, konten informasi yang diperbarui dari banyak sumber terpercaya.

“Kalau pemirsa terlewat nonton siaran favorit, pengguna (RCTI+) bisa memutar ulang tayangan tersebut,” sambung Direktur Utama Kanti Mirdiati Imansyah, di Jakarta Barat, pekan lalu.

Dikutip dari laman resmi MNC Group, saat ini perseroan ditopang oleh dua bisnis utama. Pertama, konten dan televisi. Kedua, broadband dan televisi berbayar.

Empat stasiun televisi MNC Group, yaitu GTV, iNews, RCTI, dan MNCTV, memiliki audience share 40 persen. Sementara, basis pemirsa lebih dari 100 juta jiwa. Tercatat, MNC Group memiliki market iklan sebesar 43 persen di Indonesia.

“Banyaknya basis jumlah pemirsa, kami yakin, RCTI+ akan menggenjot revenue MNC Group,” ucap Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, dalam keterangan sejumlah media, belum lama ini.

Hary menilai, bisnis model yang diterapkan MNC Group tepat dengan konsep dalam ekosistem baru dan zaman now.

Industri Digital

Dalam kesempatan terpisah, analis Panin Sekuritas William Hartanto punya penilaian tersendiri. “Saham PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) menarik dikoleksi dari sektor media” jelas William.

Hal tersebut berdasarkan pengembangan bisnis PT. MNC di industri digital, serta kinerja keuangan di kuartal I/2019 yang moncer.

Sekadar informasi, sepanjang periode Januari – 2 Agustus 2019, saham PT. MNC merangkak 93, 48 persen dari Rp 695 pada 2 Januari 2019, menjadi Rp 1.335 pada penutupan perdagangan saham tiga pekan lalu.

Pada kuartal I/2019, PT. MNC membukukan kenaikan laba bersih signifikan hingga 98 persen, yaitu Rp 585 miliar ketimbang periode serupa di 2018 sebesar Rp 296 miliar. Sementara, pendapatan bersih PT. MNC mencapai Rp 1,89 triliun. Angka ini naik 18 persen dari kuartal I/2018, yaitu Rp 1,6 triliun.

Ke depan, PT. MNC segera mengembangkan industri digital. Targetnya, dalam lima tahun mendatang, perseroan ini telah mengembangkan bisnis digital dengan porsi 40 persen. Sisanya, 60 persen di konvensional.

“Kami siap bersaing menjadi market leader di industri digital,” tukas Hary Tanoesoedibjo.

Hary yakin, dengan road map yang jelas di bisnis digital platform, dapat mencapai angka double digit growth. Lewat model bisnis tepat sasaran dan segmented, road map yang jelas, PT MNC terus tumbuh tinggi. Dari sisi margin maupun pendapatan.

Penulis: Veronica Dilla, Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi