Nalar.ID

Mengenal Antonio Blanco Jr., New Comer Cucu Pelukis Antonio Blanco

Nalar.ID, Jakarta – Rupawan, muda, dan berbakat. Kata-kata itu tepat ditujukan kepada Antonio Blanco Jr., salah satu artis pendatang muda di dunia hiburan Tanah Air.

Awal tahun 2019, namanya mulai perlahan di kenal saat muncul dalam beberapa scene film Calon Bini bersama Michelle Ziudith dan Rizky Nazar. Menunjukkan kemampuan di bidang akting, Nio–sapaan akrab Antonio–sukses mencuri perhatian.

Siapa sangka, Nio merupakan putra Mario Blanco, seniman lukis dan fotografer asal Bali. Mario juga tak lain putra dari pelukis legendaris Antonio Blanco yang memiliki The Blanco Renaissance Museum di Campuan, Ubud, Bali.

Menelisik ke belakang, Nio kali pertama terjun ke dunia hiburan sekitar November 2018. Bisa dibilang ia pendatang baru di dunia hiburan.

Remaja kelahiran tahun 1999 ini mengaku terjun di bidang seni peran karena ingin mencoba hal baru dan tantangan baru dalam hidup.

“Enggak stay di zona nyamanku. Jujur, awalnya aku benar-bener enggak ada kepikiran sama sekali untuk terjun ke dunia hiburan. Tapi karena keluarga dan teman-teman dekat banyak ygmendukung, jadi aku tertantang mencoba di dunia hiburan. Lagi pula, seni peran tidak beda jauh dari seni lukis, Yang membedakan hanya medianya saja. Aku dulu ingat, kakekku itu sempat main di Hollywood dan dapat beberapa kali kesempatan untuk adu akting bersama aktor Hollywood saat itu, seperti John Steinbeck, Ingrid Bergman, sampai William Holden,” jelasnya.

Jajal Kesempatan

Saat disinggung mengapa tidak mengikuti jejak ayah maupun kakeknya sebagai seniman lukis, Nio punya prinsip. “Siapa bilang aku enggak ikuti jejak ayah atau kakek. Aku sangat mengikuti langkah mereka. Aku bisa melukis, biasa ikut kompetisi seni lukis antar sekolah, atau individu dari aku kecil,” ujarnya.

Antonio Blanco Jr. - nalar.id
Antonio Blanco Jr. NALAR/Dok.pribadi

Nio menjelaskan, ketika waktu libur tiba, ia terbiasa memanfaatkan waktunya senggangnya dengan melukis atau at least skecthing sesuatu yang ia suka.

“Hanya saja aku belum menjadi seorang pelukis seperti ayah dan kakekku. Karena aku berpikir, aku masih muda, mau mencoba hal baru yang masih berhubungan dengan seni lukis. Aku ingin tantangan baru. Lagi pula, sebagai anak muda zaman sekarang, harus bisa dan mencoba segala kesempatan di depan mata,” lanjutnya.

Lagi pula, lanjutnya, seni lukis sudah ada dalam darah dagingnya sejak ia lahir. Itu tidak terhindarkan sama sekali. “Aku pasti akan kembali ke seni lukis suatu saat nanti,” sambungnya.

Setelah menjajal seni peran atau akting, Nio berencana akan melebarkan kemampuan di bidang lain.

“Aku ingin sekali menjadi pembisnis yang sukses. Mengembangkan museum dan business yang dibangun ayah. Entah itu dalam bidang F&B, property atau mungkin digital social. Apapun akan kucoba, yang penting positif dan bisa membuat aku jadi seseorang di bidang tertentu. Seperti kakek (seni lukis), ayah (fotografer dan lukis). Serta aku, seni peran dan businessman. Semoga tercapai. Bukannya sombong, tapi harus optimis,” paparnya.

Business to Business

Nio menambahkan, sebelum terjun ke dunia hiburan, ia belum terlalu tahu banyak para pemain seni peran, termasuk siapa yang memotivasi dirinya terjun ke dunia hiburan.

“Tapi buatku sekarang, ada sahabat dan brother-ku, yaitu Giorgino Abraham. Ia bisa mengubah image dia dari seorang pesinetron menjadi aktor film. Kalau (motivasi) perempuan, aku ambil Michelle ziudith. Tapi sebenarnya banyak, ya seperti Dimas Anggara, Rizky Nazar, Kevin Kambey, dan lainnya,” imbuhnya.

Meskipun seorang aktor dan pesinetron, Nio ternyata lulusan dari Bachelor of Commerce of Marketing and Management di Curtin Univercity Singapore.

“Jadi sebenarnya aku enggak mau menggunakan ijazah itu untuk apa-apa. Yang ingin aku gunakan adalah pengalaman dan ilmu yang sudah aku dapat dari sana. Gimana caranya mencari uang dan enggak mengandalkan ijazah. Soalnya zaman skrg, mau S1 atau S7 kalau enggak ada pengalaman kerja, ya enggak akan diterima di suatu perusahaan. Balik lagi, aku pakai ilmu itu untuk belajar berbisnis, memperluas koneksi dan lainnya. Kalau harus banget menggunakan ijazah itu, aku rencana mau lanjutin kuliah S2,” tuturnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi