Nalar.ID

Mengenal Layanan Digital ‘Tolak Antre’ Pencari Kerja

Nalar.ID – Pemerintah telah menyiapkan layanan digital yang memuat beragam data ketenagakerjaan. Dengan layanan tersebut, pencari kerja tak lagi terpaksa harus antre untuk melamar pekerjaan.

“Januari 2020, diharapkan layanan itu sudah siap digunakan. Isinya berbagai data ketenagakerjaan yang lengkap. Data pencari kerja maupun perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan,” kata Sekjen Kemenaker Khairul Anwar, dalam sebuah diskusi pekan lalu.

Tersebar di Semua Sektor
Maka itu, lanjut Khairul, saat ini pemerintah mendorong sebanyak-banyaknya pencari kerja memasukkan data dirinya ke layanan digital itu. Sebaliknya, katanya, pemerintah juga mengingatkan kewajiban perusahaan untuk membuat pelaporan digital dengan menggunakan layanan itu.

“Kalau dulu ada kartu kuning bagi pencari kerja, sekarang tinggal input data di layanan digital itu. Tujuannya adalah tersedia satu data valid yang terverifikasi dengan baik. Data ini akan terintegrasi dengan berbagai sektor yang ada,” tambahnya.

Khairul mengingatkan, saat ini ada 450 ribu perusahaan dengan skala menengah besar. Serta sekitar 26 juta usaha kecil mikro. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi penyediaan data ketenagakerjaan dengan hubungan kerja yang bersifat by project dan fleksibel.

“Jadi, akan ada data semua orang. Sehingga bisa mendata jumlah pekerja formal dan informal. Mereka tersebar di sektor apa saja,” paparnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi