Nalar.ID

Menghitung Efek Covid-19 bagi UMKM hingga Dunia Usaha

Nalar.ID, Jakarta – Pandemi Covid-19 kian terasa bagi perekonomian dalam negeri. Terutama dari sektor keuangan, korporasi, konsumsi, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dari kajian Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Covid-19 memicu ancaman kehilangan pendapatan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan hidup minimal.

Terlebih untuk masyarakat rentan dan miskin, hingga sektor informal. Praktis, ini menimbulkan penurunan daya bali masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, ada pelemahan perekonomian dari wabah ini.

“Untuk korporasi, ini membuat aktifitas sektor transportasi, manufaktur, perdagangan, hingga akomodasi, seperti restoran dan perhotelan yang ikut paling rentan,” kata Sri Mulyani, belum lama ini, dalam video conference.

Anggaran Rp405, 1 Triliun

Kondisi tersebut, sambungnya, menyebabkan gangguan aktifitas bisnis yang akan menurunkan kinerja, pemutusan hubungan kerja, hingga ancaman kebangkrutan.

“Memburuknya aktifitas dunia usaha dan ekonomi juga akan merembet ke sektor keuangan. Perusahaan pembiayaan dan perbankan ikut berpotensi mengalami masalah insolvency dan likuiditas,” jelasnya.

Termasuk menyusul ancaman capital flight, depresiasi rupiah, dan volatilitas pasar keuangan.

Kemenkeu turut mengkaji dampak Covid-19 terhadap UMKM. Artinya, UMKM tidak dapat melakukan usahanya, sehingga terganggu kemampuan memenuhi kebutuhan kredit.

Non Performing Loan (NPL) kredit perbankan bagi UMKM bisa meningkat signifikan. Ini berpotensi kian memperburuk perekonomian,” tambahnya.

Pemerintah bakal terus menjaga seluruh aspek perekonomian dalam negeri. Untuk itu, pemerintah menganggarkan belanja dan pembiayaan sebesar Rp 405,1 triliun.

“Fungsinya (Rp 405,1 triliun) untuk menahan semua sentimen saat ini supaya ekonomi dalam negeri tetap terjaga,” ucap Sri Mulyani.

Adapun, total tambahan belanja pemerintah untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 225,1 triliun. Angka ini adalah kalkulasi dari anggaran stimulus dukungan industri Rp75 triliun, perlindungan sosial Rp110 triliun, dan perlindungan kesehatan Rp75 triliun.

Sementara, total pembiayaan dukungan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk stimulus untuk ultra mikro sebesar Rp150 triliun.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi