Nalar.ID

Mengunjungi Bekas Set Tiruan Film Sultan Agung di Yogyakarta

Nalar.ID, Jakarta – Di balik film seru dan keren, ada set film yang tak kalah keren. Kadang, semua set dirawat. Tak sedikit yang ditinggal begitu saja. Meski tempatnya keren dan dimanfaatkan untuk lokasi wisata, nyatanya, ada set film yang terabaikan begitu saja.

Namun, tidak demikian dengan set yang satu ini. Setelah pembuatan film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta, karya sutradara Hanung Bramantyo, berakhir, rumah produksinya, Mooryati Soedibyo Cinema, resmi menghibahkan set bangunan tiruan yang pernah digunakan dalam syuting film yang diputar di bioskop Tanah Air pada 23 Agustus 2018 itu.

Rumah produksi itu resmi menghibahkan set bangunan itu pada 15 Juli 2018 lalu kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta. “Agar masyarakat Indonesia melihat dan menghargai kekayaan dan sejarah warisan bangsa,” kata Mooryati, saat hadir di gala premier film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/8) malam.

Diketahui, set bangunan tiruan itu berdiri pertengahan 2017. Tepat di Studio Alam Gamplong, Desa Gamplong, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dalamnya, terdapat tiruan sejumlah bangunan. Seperti Benteng VOC, Pendopo Keraton Mataram, Kampung Mataram, Songgo Mataram, dan Kampung Pecinan.

Berikut potret set suasana bangunan tiruan saat proses pembangunan dan rancang pondasi, seperti rangkuman nalar.ID, Senin (13/8).

Film Sultan Agung Film - nalar.id

Film Sultan Agung Film - nalar.id

Film Sultan Agung Film - nalar.id

Film Sultan Agung - nalar.id

Film Sultan Agung - nalar.id

Film Sultan Agung - nalar.id

Film Sultan Agung - nalar.id

Film Sultan Agung - nalar.id

Film Sultan Agung - nalar.id

Penulis: Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi