Nalar.ID

Menkeu: Dibanding China-AS, Rasio Utang RI Lebih Rendah

Nalar.ID, Jakarta – Wabah Covid-19 membuat rasio utang publik di sejumlah negara meningkat signifikan. Malah negara lain, seperti Amerika Serikat (AS) dan Malaysia punya rasio utang hingga 100 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Bagaimana dengan Tanah Air?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan rasio utang publik Indonesia sepanjang tahun 2020 mencapai 38,5% dari PDB. Rasio itu jauh di bawah Filipina yang rasio utang publiknya mencapai 48,9 persen dan Vietnam 46,6 persen terhadap PDB.

“Pertambahan utang di 2020 salah satu yang paling kecil di antara banyak negara lain,” kata Menkeu Sri Mulyani, Rabu (6/1/2021).

Ia memerinci, banyak negara yang rasio utang terhadap PDB tembus di atas 100 persen. Di antaranya AS mencapai 131,2 persen dan Prancis 118,7 persen.

Defisit Kas
Ada pula Jerman mencapai 73,3 persen, China 63,3 pesen, dan India 69,3 persen. Bahkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand telah tembus di atas 50 persen.

“Ini situasi yang kita hadapi tapi Indonesia akan terus keep up untuk selalu relatif lebih baik merespons lebih efektif, sehingga perekonomian dan masyarakat bangkit kembali,” sambungnya.

Ia menambahkan, pandemi membuat defisit kas negara-negara lebih melebar. Setiap pemerintah mau tak mau harus bisa mengeluarkan berbagai kebijakan fiskal untuk membantu rakyatnya yang kesulitan di tengah pandemi.

Defisit terhadap PDB di seluruh dunia mengalami pelebaran. Bahkan, di AS -18,7 persen, Prancis mendekati -11 persen persen China kontraksinya mencapai -12 persen, India defisitnya hingga -13,1 persen.

“Negara di ASEAN, Malaysia defisitnya -6,5 persen, Filipina -8,1 persen, Singapura -10,8 persen. Indonesia defisit sesuai UU APBN adalah minus 6,3 persen,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi