Nalar.ID

Anggota DPR Ali Zamroni: Menpora Harus Jaga Martabat Atlet SEA Games

Nalar.ID – Seorang atlet senam artistik yang akan dikirim ke SEA Games 2019 Filipina, dipulangkan. Pemulangan atlet asal Kediri bernama Shalfa Avrila Siani (17) ini dilakukan lantaran atlet tersebut diisukan tidak perawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Shalfa saat itu sedang menjalani pemusatan pelatihan senam persiapan SEA Games 2019 di Gresik.

Namun, pertengahan November 2019, orang tua Shalfa mendapat telepon dari pelatih. Orang tua diperintahkan menjemput Shalfa pulang ke Kediri karena alasan yang belum jelas. Saat Shalfa dibawa pulang kembali ke Kediri, orang tua mendengar kabar bahwa Shalfa dipulangkan karena diduga tidak perawan.

Terkait hal tersebut, Anggota DPR Komisi X, Ali Zamroni dari Fraksi Gerindra angkat bicara. Menurutnya, Menpora harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini. Mestinya, tambah Ali–sapaan akrabnya–, privasi dan kehormatan seorang atlet harus diutamakan karena atlet mengharumkan nama bangsa di luar.

Dia menyayangkan informasi dan berita seperti ini terjadi isaat konsentrasi para atlet meraih medali di SEA games 2019 Filipina yang di buka secara resmi pada 30 november 2019 ini.

Makanan Non-halal

Sementara itu, Ali juga menyayangkan ketidakprofesionalan penyelenggara SEA Games di Filipina. Dengan kondisi adanya makanan non-halal, ia khawatir prestasi yang ditargetkan oleh Menpora dan Indonesia tidak tercapai. Karena gizi atlet menjadi tidak seimbang.

“Menpora juga harus melayangkan protes keras kepada penyelenggara SEA Games 2019. Jangan biarkan begitu saja. Berikan sanksi paling ringan hingga berat. Misalnya mencabut diri sebagai peserta SEA Games jika kasus (makanan babi) tidak diperbaiki. Jika tidak diberikan protes akan berdampak kepada target medali Indonesia,” ungkap Ali.

Khusus kepada Menpora, dirinya meminta dengan tegas agar Kemenpora segera mengirimkan protes seperti Malaysia dan Singapura.

“Malaysia dan singapura saja protes, masa kita diam saja. Nanti giliran atlet berprestasi, dibilang karena jasa mereka. Giliran ada masalah, diam saja. Kemenpora jangan numpang tenar pada atlet. Tunjukkan dulu, dong keberpihakannya,” kata Ali.

Sementara itu, dirinya meminta agar Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia di SEA Games 2019, Harry Warganegara tetap fokus pada para atlet agar tidak kehilangan konsentrasi.

Dia berharap soal banyaknya informasi mengenai atlet kita yang kurang baik agar humas kontingen dapat memberikan berita yang berimbang, sehingga pemberitaan tersebut tidak kembali terulang.

“Kami di DPR akan mengawasi serta membantu sesuai tugas dan fungsi kami selama atlet Indonesia berlaga di Filipina. Meskipun ada hal-hal yang kurang berkenan, ketua kontingen kita harus tetap memberikan motivasi bagi para atlet agar tetap semangat mencapai kemenangan,” ujarnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi