Nalar.ID

Menteri Johnny Umumkan 10 Sektor Prioritas Transformasi Digital

Nalar.ID, Jakarta – Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi tentang agenda percepatan transformasi digital nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyusun Peta Jalan Indonesia Digital tahun 2021-2024. Ini sebagai panduan strategis yang memandu perjalanan transformasi digital bangsa.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyebut transformasi digital dilakukan dengan fokus pada 10 sektor prioritas untuk mempercepat terwujudnya infrastruktur, pemerintahan, ekonomi dan masyarakat digital.

“Di antaranya sektor transportasi dan pariwisata digital, perdagangan digital, jasa keuangan digital, media dan hiburan digital, pertanian dan perikanan digital, real estate dan perkotaan digital, pendidikan digital, kesehatan digital, digitalisasi perindustrian, serta digitalisasi pemerintahan,” kata Johnny dalam diskusi di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Menurut Menteri Johnny, Kominfo telah merinci Peta Jalan Indonesia Digital dalam 100 inisiatif utama untuk dilaksanakan kolaboratif bersama seluruh kementerian, lembaga pusat dan daerah, pelaku usaha, serta masyarakat umum dalam 10 sektor prioritas itu.

“Sebagai sektor strategis agenda transformasi digital nasional, sektor ekonomi digital menjadi pilar penting bagi terciptanya transformasi ekonomi yang sinergis, yang optimal dan yang berkesinambungan,” jelasnya.

Menkominfo menjelaskan, di tengah pandemi, revolusi industri 4.0 jadi salah satu faktor katalis yang mengakselerasi agenda transformasi digital Indonesia.

“Momentum ini juga bisa mendorong terciptanya transformasi ekonomi pada tiga fokus utama, yakni hilirisasi ekonomi khususnya di sektor digital, digitalisasi UMKM, dan ekonomi hijau,” tukasnya.

Pertumbuhan Ekonomi

Tentang percepatan transformasi digital semasa pandemi, Menteri Johnny menyatakan kebijakan pemerintah lewat penerapan PPKM yang terdesentralisasi dan bertahap, bisa memberi dampak positif pada perekonomian nasional di 2021 dan 2022.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan pulih di atas 4,4% tahun 2021 dan menguat di atas 5% tahun 2022. Pemulihan ini tercipta dari basis kondisi ketahanan Indonesia yang menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM yang dilakukan secara terdesentralisasi dan bertahap di tengah kondisi pandemi yang masih terus berlanjut,” ujarnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi