Nalar.ID

Menuju ‘New Normal’, Ade Fitrie Kirana: Siap Menerima Perubahan dan Jaga Kesehatan Mental

Nalar.ID, Jakarta – Dunia, termasuk Indonesia tengah dihadapkan pada ketidakpastian atas pandemi Covid-19. Di tengah belum pastinya akhir pandemi, pemerintah Indonesia mulai mewacanakan kehidupan normal baru (new normal).

Harapannya, masyarakat dapat segera melaksanakan aktivitas seperti biasa, namun dengan cara yang baru. Menurut Presiden Jokowi, pemerintah akan mengatur agar kehidupan masyarakat secara perlahan dapat berjalan normal dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Apakah Indonesia siap menjalani kehidupan normal baru tersebut? Berikut petikan Ketua Umum Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA), Ade Fitrie Kirana, dihubungi Nalar.ID, Rabu (27/5/2020):

Bagaimana langkah menghadapi kehidupan new normal?

New normal di dunia kerja diprediksi akan membuat banyak orang lebih bergantung terhadap teknologi. Rapat tatap muka akan beralih menjadi daring. Bekerja juga lebih banyak dari rumah alias work from home (WFH).

Perkantoran juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk physical distancing. Setiap orang juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan new normal agar bertahan di dunia kerja.

Kalau adaptasi menghadapi new normal di dunia kerja?

Pertama, harus menerima perubahan. Kita harus menerima ini dan tidak dapat dihindari. Kita harus bahu-membahu untuk kepentingan bersama. Menerima berarti meyakini ada perubahan yang terjadi dan tidak menentangnya.

Alih-alih menutupi keadaan, sikap menerima ditunjukkan dengan berdamai dan hidup berdampingan dengan perubahan itu. Menerima perubahan dapat membuat seseorang lebih mudah untuk beradaptasi.

Kedua, menyesuaikan diri dengan perubahan dengan hal-hal baru sesuai perubahan. Misalnya, belajar kemampuan baru, karena kehidupan new normal mengharuskan penggunaan teknologi.

Lakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita sambil mencoba mencari cara untuk belajar menyesuaikan diri. Artinya, agar kita bisa menguasai berbagai keterampilan dan rutinitas baru hingga mengatur waktu.

Menyesuaikan diri tak hanya terjadi di dunia kerja, tapi aspek lain pendukung pekerjaan. Jelaskan.

Misalnya, kesehatan yang prima agar bisa bekerja dengan lancar. Untuk mendapatkan kesehatan yang prima di tengah new normal, harus dapat menjalani hidup sehat dan seimbang dengan makan teratur. Lalu banyak mengonsumsi sayur dan buah, menjaga kebersihan, dan lainnya.

Selain itu?

Kegiatan lain yang menyenangkan untuk menjaga kesehatan mental. Seperti bersosialisasi secara daring, memasak, membuat bisnis kecil seperti membuat kue, bernyanyi, mengaji bersama keluarga atau melalui online.

Lalu membuat materi video untuk produk atau testimoni, istirahat, dan berolahraga. Hal itu mencakup tetap aktif dan produktif, yang juga menjadi salah satu kunci agar tetap sehat mental.

Langkah lainnya?

Langkah ketiga adalah kerja sama dan saling menolong, serta memahami dengan orang terdekat. Di dunia kerja, butuh kerja sama saling mendukung dengan kolega, atasan, dan bawahan. Di rumah, kerja sama juga dibutuhkan pada setiap anggota keluarga untuk saling berkompromi, membagi waktu, hingga memahami satu sama lain.

Namun, untuk urusan kantor kita tetap wajib bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan, apapun alasannya. Saya tahu, bekerja dari rumah lebih sulit karena pasti akan banyak gangguan.

Seperti apa bentuk kerja sama dengan anggota keluarga?

Langkah lainnya yang bisa mendukung dengan baik adalah kompromi dengan orang di rumah. Seperti menyepakati waktu untuk family fun time atau pembagian waktu tugas mengurus anak. Kita bisa me-manage waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor.

Bagaimana dengan kehidupan pertemanan?

Kerja sama juga dibutuhkan pada kehidupan pertemanan. Saling mendukung dan berbagi cerita bisa membantu menjaga kesehatan mental. Menghadapi new normal akan lebih mudah dengan kerja sama banyak pihak.

Namun, please, jangan jadikan ini tameng untuk kita jadi tidak fokus, tidak semangat, tidak berdaya atau apapun. Coba terapkan positive thinking pada diri sendiri. Selain untuk diri, ini juga berdampak terhadap lingkungan keluarga kita.

Bagaimana menerapkan protokol kesehatan saat new normal untuk anggota keluarga dan para pegawai Anda?

Harus mempraktikkan dan menjaga kebersihan tangan sebisa mungkin. Juga menerapkan etika bersin dan batuk di tempat umum yang baik dan benar. Seperti, pertama, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Sebelum dan sesudah makan, dan setelah pergi ke toilet.

Kedua, menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin. Membuang tisu bekas di tempat sampah dan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Ketiga, jika sedang tak sehat, hindari kontak fisik dengan orang lain. Jaga jarak sekitar 1,5 meter.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi