Nalar.ID

Milenial Harus Adaptasi dengan Dunia Kerja

Nalar.ID, Jakarta – Ketika memasuki dunia kerja, mahasiswa saat lulus kuliah kerap gagap. Pasalnya, ini terjadi karena mayoritas para milenial kini terlalu fokus belajar. Mereka minim mencari tahu dunia kerja dan bagaimana beradaptasi di dunia kerja.

Mestinya, bagaimana mahasiswa dapat mengikuti ritme kerja yang sebelumnya tidak pernah ia terima ilmunya selama duduk di bangku perkuliahan?

Aakar Abyasa Fidzuno, Founder dan CEO Jouska Indonesia menjelaskan sejumlah kiat untuk para lulusan agar menjalani sebuah pekerjaan tanpa hambatan.

Apa saja?

Langkah yang diambil, diantaranya, yakni setiap mahasiswa harus punya niat untuk memperkaya wawasan agar tak termakan zaman yang kian berkembang. Jika seorang mahasiswa masih kuliah semester 6 atau 7 harus beradaptasi dengan dunia kerja.

“Mereka harus bisa improve dengan sesuatu ada yang saat ini. Pandemi Covid-19 tidak harus membuat para milenial mengendurkan semangatnya dalam mengembangkan diri. Kalau mereka tak mau berjuang, akan tergerus dengan tersendirinya,” ucap Aakar, melalui diskusi virtual, belum lama ini.

Tergerus Asing

Aakar memaparkan, seorang mahasiswa harus dituntut untuk beradaptasi. Milenial, lanjutnya tidak boleh cengeng.

“Kita harus produktif dan inovasi,” tambahnya.

Jika milenial Indonesia tak berpikir untuk berinovasi diri, lanjutnya, maka bukan tak mungkin nantinya pekerja di Indonesia diisi orang asing.

“Dalam 20 tahun lagi, persaingan memperebutkan dunia kerja sudah enggak lagi dengan para pekerja lokal, melainkan dari kancah Internasional. Kompetisi itu akan semakin liar. Ini fakta di lapangan kita, ada gap. Jadi, ada tantangan sangat serius,” tukasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi