Nalar.ID

Minimnya Jumlah Perusahaan Beri Pelatihan Kerja Bagi Karyawannya

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengajak praktisi dan pimpinan HRD atau sumber daya manusia (SDM) untuk ikut membantu pemerintah berinvestasi SDM kepada pencari kerja maupun pekerja.

Salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai program peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, termasuk pemagangan.

Menaker Ida mengungkapkan, berdasarkan survei World Bank Enterprises, kurang dari 10 persen perusahaan di Indonesia memberikan pelatihan formal.

Angka tersebut masih di bawah dari negara-negara tetangga seperti Vietnam yang mencapai 20 persen. Lalu Filipina (60 persen), dan Tiongkok (80 persen) yang perusahaannya terlibat aktif dalam meningkatkan kompetensi pegawainya.

“Investasi pada pengembangan SDM, khususnya bidang pelatihan penting kita formulasikan bersama untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju sesuai harapan Presiden,” kata Menaker Ida saat sambutan acara pertemuan Human Resources Directors Indonesia (HRDI) di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Mengapa perusahaan di Indonesia sukar berinvestasi pelatihan?

Menurut Menaker Ida, jawabannya beragam. Mulai dari biaya rekrutmen pegawai yang tinggi, penggunaan biro jasa untuk merekrut, pesangon yang memberatkan, hingga upah minimum yang belum sejalan dengan produktivitas pekerja.

“Sehingga cost (pembiayaan) SDM di perusahaan banyak habis untuk memfasilitasi hal-hal diluar pelatihan, ” ujarnya.

Profit Oriented

Walau begitu, Menaker sangat memahami filosofi dunia usaha di seluruh dunia bergerak secara sangat sederhana, yaitu mencari untung (profit oriented). Tanpa keuntungan yang jelas, tidak mungkin suatu perusahaan mau berinvestasi kepada hal-hal jangka menengah dan panjang seperti SDM.

Perusahaan besar karena skala ekonomi yang besar, cenderung bisa untung lebih besar, dan pada akhirnya bisa berinvestasi pada SDM.

Menaker berharap partisipasi aktif dalam program pemerintah terkait pengembangan SDM diantaranya adalah program Kartu Prakerja, dengan menyediakan lowongan kerja dan pemagangan, serta terlibat menjadi training center. Kemudian Program BLK Komunitas dan menggunakan SISNAKER (Sistem Informasi Ketenagakerjaan) dalam seluruh urusan ketenagakerjaan.

Sementara Reza Widyaprastha Ketua HRDI dan Direktur SDM Jababeka Grup mengatakan tujuan dibentuknya HRDI sebagai bentuk tanggung jawab kepada bangsa danegara dalam pengelolaan SDM yang unggul maju dan kompeten.

“Kita mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM di perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya memberikan manfaat optimal bagi perusahaan,” ujar Reza.

Penulis: Erha Randy| Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi