Nalar.ID

MotoGP 2022 Dongkrak Kinerja UMKM di NTB

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meyakini ajang MotoGP Indonesia 2020 akan bermanfaat bagi kebangkitan ekonomi terutama dalam mendongkrak kinerja UMKM yang berada di kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menparekraf Yakini MotoGP 2022 Dongkrak Kinerja UMKM di NTB. Hal tersebut disampaikan pada Rapat Sinkronisasi Panitian Nasional Penyelenggaran MotoGP 2022, di NTB, Selasa (11/1/2022).

Menparekraf Yakini MotoGP 2022 Dongkrak Kinerja UMKM di NTB. Hal tersebut disampaikan pada Rapat Sinkronisasi Panitian Nasional Penyelenggaran MotoGP 2022, di NTB, Selasa (11/1/2022).

Menparekraf Sandiaga Uno saat Rapat Sinkronisasi Panitia Nasional Pendukung Penyelenggaraan MotoGP Tahun 2022 di Novotel Mandalika, Selasa (11/1/2022) menjelaskan, para pelaku UMKM akan mendapat berkah ekonomi yang menjanjikan, lantaran event balap internasional itu diprediksi akan dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai negara dan tanah air.

“MotoGP sangat bermanfaat bagi ekonomi masyarakat setempat terutama UMKM. Ini yang dipastikan, dan pemerintah memberikan perhatian khusus. Untuk itu, kami terus siapkan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2022 agar pelaksanaannya nanti pada Maret bisa berjalan dengan lancar. Dari 9 isu utama, ada progres yang signifikan. Rencananya Presiden Joko Widodo akan meninjau langsung persiapan MotoGP yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi,” kata Menparekraf.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan terkait isu-isu yang saat ini dihadapi, semuanya bisa dicarikan solusinya dengan baik. Mengenai UMKM juga sudah berbagi tugas dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Ia juga menyatakan bakal menggandeng berbagai pihak untuk memberikan keleluasaan kepada sektor parekraf dalam ajang promosi.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan terkait isu-isu yang saat ini dihadapi, semuanya bisa dicarikan solusinya dengan baik.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan terkait isu-isu yang saat ini dihadapi, semuanya bisa dicarikan solusinya dengan baik.

“Kemenparekraf akan menangani dari sisi digital dan promosi, sementara Kementerian Koperasi dan UKM menangani fisik. Dan dibantu serta dikurasi oleh Bank Indonesia. Nantinya kita fasilitasi UMKM yang ada di NTB, UMKM yang berada di 5 DSP dan UMKM lainnya yang ada di Indonesia, ” ujarnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi