Nalar.ID

Mulai 2019, Ini Sebab Kantong Plastik Kena Cukai

Jakarta, Nalar.ID – Rencananya, pemerintah akan mengenakan tarif cukai untuk produk plastik. Tarif ini dilakukan mulai 2019.

Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan, penerapan cukai plastik belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab butuh waktu panjang untuk membuat aturan melalui peraturan pemerintah (PP).

“Penerapan butuh aturan pelaksanaan. Harus dibicarakan dulu ke parlemen. Ditjen Be Cukai menargetkan PP selesai akhir tahun (2018),” kata Susi, sapaan akrab Susiwijono, pada keterangan media di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/12).

Susi menjelaskan, ada sejumlah alasan plastik terkena tarif cukai.

Pertama, menekan penggunaan kantong plastik di Indonesia. Indonesia, kata Susi, salah satu negara konsumsi sampah plastik terbanyak. Terlebih ancaman produk plastik impor yang masuk ke Indonesia seiring perang dagang Amerika Serikat dan China. Menurutnya, cukai bukan instrumen penerimaan, tapi fiskal pengendalian, pengawasan peredaran, dan barang yang menimbulkan dampak negatif.

Kedua, masalah gangguan lingkungan karena banyaknya konsumsi kantong plastik. Kian banyak penggunaan plastik, semakin banyak sampah plastik tersebar. Sementara, sampah plastik sulit terurai dan menganggu keberlangsungan ekosistem dan biota laut.

Pihaknya menambahkan, selain plastik, pemerintah sedang membahas dan merancang barang kena cukai (BKC) di luar yang kini sudah terkena cukai. Ada 15 barang baru berpotensi dikenakan cukai. Diantaranya memenuhi 4 karakteristik, yakni plastik, MSG, BBM, sampai minuman bersoda dan manis.

“Instrumen fiskal cukai ini guna mengendalikan, mengawasi, dan mengontrol dampak negatif,” tutupnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi