Nalar.ID

Obat Kumur Tak Menyembuhkan Virus Covid-19, Benarkah?

Nalar.ID, Jakarta – Sebelumnya, sempat beredar pesan di media sosial bahwa infeksi virus Covid-19 dapat dicegah berkumur dengan obat kumur. Sontak, para peneliti mengonfirmasi dan membantah jika hal itu mitos dan tidak benar.

Para peneliti mempelajari senyawa kimia dari berbagai produk obat kumur di University of Ruhr-University Bochum, Jerman. Studi dipublikasikan di Journal of Infectious Diseases seperti dikutip melalui FirstPost baru-baru ini.

Kesimpulan mereka: zat-zat kimia dalam obat kumur itu membunuh virus yang terjebak di gigi berbolong. Tetapi, bukan berarti dapat mencegah atau mengobati pasien Covid-19.

 

Berikut hasil studi Journal of Infectious Diseases para peneliti, seperti dikutip FirstPost belum lama ini.

Menciptakan Ulang

Ada delapan produk cairan kumur diteliti oleh para peneliti Jerman di negara tersebut. Lantas, menciptakan ulang kondisi serupa dengan mukosa nasofaringeal.

Para peneliti mencampur partikel virus dengan kandungan yang menyerupai saliva atau liur. Kemudian menambahkan cairan kumur. Hasil campuran, lalu dikocok 30 detik agar menyerupai proses gargling.

Melawan Patogen

Virus Covid-19 tak bisa dibunuh oleh semua cairan kumur yang tersedia di pasaran. Cairan kumur yang berfungsi menghilangkan bau mulut tak berdampak melawan patogen.

Sebaliknya, cairan kumur terapetik dengan kandungan bahan aktif yang dapat berinteraksi dengan struktur kimia virus dan membunuhnya. Senyawa seperti peroksida,minyak esensial, chlorhexidine, dan fluoride harus ada dalam cairan kumur itu.

Uji Strain

Tim peneliti menguji tiga strain Covid-19. Dilansir dari laman New York Post, ditemukan bahwa delapan kandidat cairan kumur bekerja membunuh virus. Utamanya pada merk dagang seperti Listerine cool mint, Dequonal, dan Iso-Betadine yang signifikan mengurangi infeksi virus hingga level yang tak terdeteksi.

 

Riset Lanjutan

Hasil riset membuktikan, jenis cairan kumur yang tepat mampu menetralkan virus yang terjebak di gigi bolong dalam beberapa saat. Tetapi, tidak bisa menyembuhkan paparan penderita Covid-19 di mulut dan hidung. Bahkan, efek cairan kumur kemungkinan hanya sementara.

Kian banyak virus yang akan di produksi oleh sel-sel tubuh orang yang terinfeksi, gigi bolong akan kembali kena virus. Perlu riset jauh akan potensi cairan kumur dengan kandungan komponen yang bisa membunuh virus. Serta mengurangi risiko penularan dalam waktu singkat.

Efek Cairan Bertahan

Dalam waktu dekat, para peneliti Jerman berencana riset lebih jauh guna melihat, apakah kesimpulan serupa tetap valid usai menguji senyawa cairan kumur di pasien Covid-19. Selain itu para dokter akan melihat lama-tidaknya efek cairan kumur bertahan. Uji klinis untuk studi serupa itu telah terdaftar di University of California San Francisco dan University of Karachi, Pakistan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi