Nalar.ID

OJK Tutup 404 Pinjaman Online Ilegal, China Terbanyak

Jakarta, Nalar.ID – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menghentikan kegiatan 404 penyelenggara layanan pinjam (peer-to-peer lending/P2P) teknologi finansial (fintech/ financial technology) ilegal atau tidak terdaftar.

OJK mengumpulkan data ini hingga akhir November 2018. Sebagian besar, kata Ketua Satgas Tongam Lumban Tobing, sebagian fintech ilegal berasal dari China. Disusul Thailand dan Malaysia.

“Selain China, banyak pelaku dari Indonesia. Dari China ada perwakilan-perwakilan yang buka rekening di Indonesia. Kebanyakan memakai alamat fiktif, baik dalam atau luar negeri,” kata Tongam, ditemui di Jakarta, Kamis (13/12).

Terhadap ulah fintech ilegal, OJK telah bertindak tegas. Selain menutup, juga mengumumkan nama-nama finctech ilegal ke masyarakat.

Putus Akses hingga Blokir Situs

“Termasuk memutus akses keuangan pada perbankan serta payment system dengan Bank Indonesia. Lalu mengajukan blokir situs dan aplikasi penyelenggara secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika,” jelasnya.

Guna penegakan hukum, OJK turut menindaklanjuti laporan terkait penyelenggaraan fintech ilegal kepada Bareskrim Polri. Sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat melakukan transaksi peminjaman melalui fintech P2P lending terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Perusahaan yang terdaftar terikat oleh aturan OJK. Ini mencakup prinsip perlindungan nasabah, yakni Peraturan OJK Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Lalu Peraturan OJK Nomor 18 Tahun 2018 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

“Kalau melanggar, dikenakan sanksi administratif sesuai Pasal 47 POJK 77/2016. Mulai dari peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha, sampai mencabut tanda daftar atau izin. Penting untuk mengingatkan masyarakat memahami syarat dan ketentuan P2P lending, terutama kewajiban dan biayanya,” ungkapnya.

Ke depan, OJK akan terus sosialisasi dan meningkatkan literasi kepada masyarakat terkait kegiatan P2P lending. Sekadar informasi, hingga 14 Desember ini, jumlah fintech P2P lending terdaftar mencapai 78 penyelenggara. OJK mencatat, hingga akhir Oktober 2018, nilai transaksi P2P lending mencapai Rp15,99 triliun melalui 73 perusahaan. Tercatat, jumlah peminjam 2,8 juta, dan 5,6 juta untuk pemberi pinjaman.

Penulis: Erha Randy, Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi