Nalar.ID

Oktober 2019, Bisa Naik Helikopter dari Bandara Soetta

Nalar.ID –Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) segera memiliki fasilitas baru. Fasilitas itu yang dioperasikan secara komersial Oktober mendatang ialah bandara khusus helikopter.

Diharapkan, fasilitas seluas 2,7 hektare itu menambah alternatif moda transportasi dari dan menuju Bandara Soetta. Berikut faktanya, seperti dirangkum Nalar.ID, Rabu (15/5):

Heliport Pertama di Bandara

Bandara helikopter ini dikelola oleh Whitesky Aviation bersama PT Angkasa Pura (AP) II. Ini heliport pertama di Indonesia yang ada di kawasan bandara dengan fasilitas lengkap.

Nilai Proyek

Nilai total proyek bandara khusus ini menembus Rp80 miliar. Kata Chief Executive Officer (CEO) Whitesky, Denon Prawiraatmadja, pembangunan sudah rampung tahap pertama dan mulai uji coba. Setelah pembangunan tahap pertama usai, heliport bisa dioperasionalkan meski masih tahap uji coba.

Lokasi

Bandara berlokasi di Jalan Parimeter Selatan, Neglasari, komplek Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Fasilitas

Di bandara khusus ini, Whitesky Aviation, menyediakan sejumlah fasilitas. Mulai dari shooting point dengan instalasi lampu guna mendukung terbang malam. Lalu, 8 helipad, 10 hanggar khusus helikopter kapasitas 50 heli kopter jenis Bell 505, atau setara 20 helikopter tipe Bell 429/Airbus H130. Selain itu, ada customer lounge , kafe, kawasan kantor, fasilitas personel untuk evakuasi medis (helimedic), dan lainnya.

Reputasi

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyambut positif rampungnya pembangunan tahap pertama heliport. Pihaknya berharap, ini bisa meningkatkan reputasi dan citra  Bandara Soetta.

Sesuai SOP

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menyampaikan, keselamatan penerbangan adalah prioritas Air Nav Indonesia. Ini berlaku bagi layanan helikopter dari dan ke Bandara Soetta. Katanya, semua harus sesuai standar dan prosedur keselamatan sesuai SOP (standard operating procedure ). Sehingga pelayanan helikopter tak akan mengganggu lalu lintas penerbangan di bandara.

Konektivitas Pemerintahan Jokowi – JK

Keberadaan bandara khusus ini tak terlepas dari program konektivitas transportasi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Konektivitas Multimoda

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, punya misi mengatur sistem multimoda transportasi. Termasuk ke wilayah bandara. Multimoda ini agar seluruh moda angkutan transportasi terkoneksi dan saling dukung untuk transportasi lain.

Disusun dalam JA Connection

Pelaksanaan multimoda di Jakarta, disusun dalam Jakarta Airport (JA) Connection. Susunan ini dilakukan dengan sejumlah terobosan. Diantaranya, menggunakan sistem moda transportasi berbasis darat dengan taksi, bus, dan lainnya. Lalu, berbasis rel, yaitu membuat kereta ke bandara.

Terobosan Lain

Terobosan lain, yakni menggunakan moda transportasi udara lewat helikopter. Khusus moda ini, meski tak bisa langsung mendarat di bandara, tapi bisa menghubungkan tempat-tempat sulit dijangkau. Di Jakarta atau di Bandung.

Tarif

Berapa tarifnya? Untuk menjajal manfaat layanan helikopter dari Jakarta ke Bandara Soetta, kata pihak Whitesky Aviation, penumpang harus menyiapkan ongkos sekitar Rp6-8 juta per unit sekali perjalanan. Jarak tempuh sekitar 10 menit dengan kapasitas penumpang empat orang.

Rute

Selain rute Jakarta – Bandara Soetta, Whitesky melayani rute ke Bandung. Serta sejumlah kota lain di kawasan Jakarta. Untuk pengguna yang ingin memanfaatkan rute Jakarta – Bandung, dikenakan biaya sekitar Rp16 juta dengan waktu tempuh 45 – 50 menit.

Potensi Bisnis

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengungkapkan, pengoperasian heliport di Bandara Soetta akan membuka perluasan dan peluang potensi bisnis serupa di bandara. Seperti potensi terhadap pengembangan baru, misalnya sektor kesehatan, bencana pariwisata, dan lainnya.

Penulis: Febriansyah, Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi