Nalar.ID

Optimistis dan Confidence BMHS dengan Business Morula IVF di 2022

Nalar.ID, Jakarta – Sejak berdiri tahun 1997 silam, layanan klinik fertilitas Morula IVF (In-Vitro Fertilization) telah memiliki 10 cabang. Tersebar di area Jabodetabek sebanyak empat klinik. Sementara, satu cabang untuk masing-masing di Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Padang, dan Pontianak.

Dalam rentang tersebut, layanan klinik ini meraih perkembangan lebih pada 2022. Terutama untuk membantu pasangan yang mendambakan seorang buah hati.

Sekadar informasi, Bundamedik Tbk., fokus terhadap pengembangan klinik fertilitas Morula IVF di Indonesia. Dalam pengembangan PT Bundamedik Tbk., tahun 1997, didirikan klinik fertilitas Morula yang kini berganti nama menjadi Morula IVF.

Klinik telah menjadi salah satu klinik fertilitas terbesar di Tanah Air. Peningkatan pasien yang mengikuti program bayi tabung kian bertambah setiap tahun, dengan rata-rata pertumbuhan 30 persen per tahun.

Klinik Morula IVF optimis pertumbuhan yang cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir. “Ditambah dengan konsistensi di masa pandemi Covid-19, memberikan confidence untuk tumbuh terus di 2022,” tutur Presiden Direktur Morula IVF dr. Ivan Rizal Sini.

Ia juga menuturkan selain memperkuat dengan internal core business, peluang ekspansi tetap menjadi pertimbangan.

Berikut penuturan secara khusus Presiden Direktur Morula IVF dr. Ivan Rizal Sini, di sela kesibukannya, Sabtu, 18 Februari 2022, kepada Nalar.ID.

Bagaimana optimistis klinik Morula IVF dapat meraih perkembangan bisnis yang lebih besar di 2022?

Pertumbuhan yang cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir, ditambah dengan konsistensi di masa pandemi Covid-19, memberikan confidence untuk kita tumbuh terus di 2022.

Bagaimana pertumbuhannya?

Pertumbuhan lebih dari 40 persen adalah hasil kerja keras tim dan bukti kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan, baik dari business Morula maupun BMHS (Bundamedik Healthcare System) sebagai induk dari usaha kami (PT Bundamedik Tbk.).

Klinik ini fokus terhadap produk dan layanan di bidang fertilitas. Bagaimana terobosan Morula IVF di 2022?

Pelayanan fertilitas memerlukan atensi terhadap niche market yang sangat sensitif terhadap informasi dan harga. Kami melihat diperlukan banyak sekali inovasi produk dan usaha yang menunjang layanan utama. Khususnya bayi tabung, sehingga pertumbuhan ini didukung oleh market outreach dan product portofolio yang lebih luas.

Contohnya?

Saat ini Klinik Fertilitas Indonesia sebagai satelit dari Morula IVF yang memberikan empowerment pada rumah sakit lain dan dokter obgyn (obstetrics and gynecology) untuk dapat melakukan penanganan infertilitas dasar seperti inseminasi.

Kita juga memperkuat produk food dan wellness yang menjadi penunjang untuk kesuburan pasangan. Melalui Empi Pharma (perusahaan distributor dan pemasaran farmasi terkemuka), distribusi obat dan produk fertilitas menjadi lebih solid.

Setelah 10 cabang, ada rencana ekspansi lagi ke depan?

Selain kita memperkuat internal core business, ekspansi tetap menjadi pertimbangan. Penekanan terhadap lifestyle healthcare product, ekspansi-ekspansi akan dilakukan di 2022. Tidak hanya dari sisi product, tetapi juga dari sisi jumlah outreach market.

Dalam 5 tahun terakhir, bagaimana animo masyarakat dalam menggunakan jasa layanan klinik Morula IVF?

Animo masyarakat sangat tinggi.

Tantangan?

Bagaimana menjaga kualitas dengan baik. Tahun 2021, kami berhasil mempertahankan akreditasi internasional Reproductive Technology Accreditation Committee Code of Practice (RTAC) di masa pandemi Covid-19 yang membuktikan komitmen kami terhadap luaran program.

Bagaimana tantangan Morula IVF di era pandemi Covid-19?

Bagaimana kita menjaga soliditas pertumbuhan di masa ketidakpastian. Tetapi, dengan fokus layanan dan internal resources yang sangat kuat. Kami cukup confident dengan variasi challenges selama masa pandemi.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi