Nalar.ID

OTT Kalapas Sukamiskin, Artis Inneke Koesherawati Ikut Terciduk

Nalar.ID, Jakarta – Satuan tugas (satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen, Sabtu (21/7) pukul 00.30 WIB.

Tak hanya itu, lembaga antirasuah itu juga menggelandang sejumlah tahanan pidana korupsi serta menggeledah sel di Lapas Kelas I Sukamiskin di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat.

Penangkapan dan penggeledahan, kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, saat jumpa pers, Sabtu (21/7), mengatakan, terkait dugaan suap izin napi keluar lapas yang diterima Kalapas Sukamiskin. Tak lama, tim KPK bersama petugas Polrestabes Bandung, meminta petugas jaga melalui Kalapas, untuk membuka sel atau kamar napi untuk penggeledahan.

inneke koesherawati - nalar.id
Inneke Koesherawati dan suami, Fahmi Darmawangsyah. (Foto: Dok.merahputih.com/nalar)

Kamar pertama yang digeledah adalah sel Andri dan Fahmi Darmawangsyah. Andri, adalah napi tindak pidana korupsi (tipikor), dan Fahmi, napi korupsi kasus satellite monitoring Bakamla. Fahmi, merupakan suami artis peran Inneke Koesherawati. Penggeledahan keduanya berlangsung selama 30 menit.

KPK, membenarkan keduanya diamankan dalam kasus OTT (operasi tangkap tangan). “Iya, benar (diamankan), napi korupsi dan istrinya (Inneke Koesherawati) yang diamankan. Istrinya masih diperiksa KPK,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, dihubungi nalar.ID, Sabtu (21/7) petang.

Usai menggeledah kamar Andri dan Fahmi, KPK, menanyakan keberadaan atau posisi kamar Fuad Amin dan Tb Chaeri Wardana alias Wawan, adik mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah. Namun karena Amin dan Wawan, tengah sakit dan dirawat di rumah sakit di luar lapas, KPK, hanya menyegel kamar mereka.

Setelah itu, penyegelan mengarah ke ruang Kalapas dan kantor Bagian Perawatan. Di dua tempat itu, KPK, langsung menyegel beberapa failing kabinet. Tak lama, sekitar 01.30 WIB, tim KPK, didampingi petugas Polrestabes Bandung, Kalapas Wahid Husen, dan dua napi, Fahmi dan Andri, keluar meninggalkan gedung lapas untuk dibawa ke gedung KPK di Jakarta.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, menambahkan, OTT terhadap Kalapas Sukamiskin terkait dugaan suap fasilitas dan izin ke luar lapas para warga binaan. “Alasan dan modusnya, untuk izin keluar berobat, dan mau dapat fasilitas lebih di luar ruang sel. Intinya ingin mendapatkan tempat lebih baik,” ungkapnya.

Dalam operasi ini, selain memeriksa terduga, KPK, juga ikut mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya uang tunai, mobil dan valas. “Masih dihitung (uangnya),” sambung Febri Diansyah. Sesuai KUHAP, KPK, mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status para pihak yang diamankan.

Penulis: Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi