Nalar.ID

Pecandu Narkoba Berhak Minta Direhabilitasi, Ini Alasan Praktisi Hukum

Nalar.ID – Pasca tertangkapnya pemilik asli Tri Retno Prayudati atau komedian Nunung, bersama suaminya, July Jan Sambiran, atas kepemilikan sabu seberat 0,36 gram narkoba di rumahnya di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7) siang, memikat publik.

Namun, dibalik itu semua, ada upaya ‘gerakan’ yang berupaya untuk buru-buru mengondisikan agar Nunung direhabilitasi. Kuasa hukum hingga penggiat anti narkoba, sejak awal mengklaim bahwa mereka dapat mengupayakan jika Nunung layak direhabilitasi atas kecanduannya. Maklum, komedian tersebut adalah artis atau figur populer di masyarakat.

Terlebih, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Senin (22/7), menyebebut bahwa penyebab Nunung mengonsumsi sabu untuk menambah stamina bekerja.

Ketentuan SEMA

Praktisi hukum Ferry Juan mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada upaya tebang pilih dalam menghukum pelaku tindak pidana narkoba.

“Yang membedakan hukumannya itu adalah ketentuan hukum SEMA (surat edaran Mahkamah Agung) No.4 Tahun 2010 tanggal 7 April 2010. Disitu jelas mengatur bahwa pemakai narkoba jenis sabu dengan barang bukti kurang dari 1 gram wajib di rehabilitasi. Enggak pandang bulu, itu artis atau masyarakat,” jelas Ferry, dihubungi Nalar.ID, Senin (22/7).

Ia menambahkan, ketentuan itu sehaluan dengan Pasal 54 UU Narkotika No.35 Tahun 2009, yang mewajibkan pecandu di rehabilitasi. Menurutnya, rehabilitasi bagi pecandu sesuai ketentuan Pasal 103 Ayat 2 UU Narkotika No 35 Tahun 2009, dan bukan justru membebaskan pecandu dari hukuman.

Rekomendasi BNN

Bagaimana jika seseorang terlanjur positif pengguna? “Siapa saja yang terlibat penyalahgunaan narkoba, bisa memohon untuk langsung di rehabilitasi ke panti-panti rehabilitasi yang kredibel sesuai rekomendasi BNN (Badan Narkotika Nasional),” ungkapnya.

Dengan catatan, kata Ferry, harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan SEMA No.4 Tahun 2010 tanggal 7 April 2010. “Kalau tidak terpenuhi, maka si pecandu harus menjalankan hukuman penjara sesuai Pasal 127 atau pasal lainnya dalam UU Narkotika No.35 Tahun 2009,” tambahnya.

Terkait proses peradilan hukum penyalahgunaan narkoba di Tanah Air, Ferry menyebut, sanksi hukuman di negeri ini sudah cukup berat.

“Tetapi, belum sepenuhnya sesuai koridor atau regulasi peraturan yang berlaku dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Contoh, seringkali saya mendengar pecandu dipersulit untuk rehabilitasi. Padahal, amanat Pasal 54 UU Narkotika No.35 Tahun 2009 sudah jelas dan tegas bahwa pecandu wajib di rehabilitasi,” tukasnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi