Nalar.ID

Pelaku Ekonomi Digital Minta Kelonggaran

Jakarta, Nalar.ID – Setiap tahun, kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi selalu meningkat. Tahun 2018 ini, proyeksi ekonomi digital berkontribusi sebesar 8,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Seiring hal ini, pelaku industri digital minta beberapa terobosan dari pemerintah. Dengan maksud memacu pertumbuhan ekonomi digital. Diantaranya, aturan izin buka usaha. Head of Public Policy and Government Relation Bukalapak Even Alex Chandra, menilai pemerintah lamban dalam urusan izin. “Akan lebih baik bila urusan administrasi izin digratiskan,” paparnya, Jumat (7/12).

Kedua, memberi akses dan kesempatan bagi sejumlah pelaku usaha agar mampu berinovasi dengan baik. Ketiga, aksebilitas masyarakat terhadap internet juga turut memiliki andil penting.

Akses internet yang terhubung akan berpengaruh terhadap nilai pasar e-commerce. “Tentu pemerintah ke depan diharapkan memberikan perlakuan yang adil bagi pemain lokal dan luar negeri. Tanpa memandang bulu,” ujar Even.

Senada dengan Even, VP of Public Policy and Government Relations Tokopedia, Astri Wahyuni mengatakan, ini merupakan peluang bagi pemerintah serius memberi kenyamanan usaha bagi pelaku.

Cara itu bisa dilakukan lewat kerja sama sinergis antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). “Misalnya melalui makerfest. Makerfest adalah panggung online dan offline bagi para kreator lokal untuk kolaborasi dengan pelaku industri,” ujar Astri.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi