Nalar.ID

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Stabil

Nalar.ID – Pemerintah memastikan rasio utang saat ini masih aman. Jauh dari batas yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dimana defisit APBN masih terjaga kurang dari 3 persen terhadap PDB dan rasio utang kurang dari 60 persen dari PDB.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir, dalam diskusi FMB9 di Kementerian Kominfo, Jumat (15/11).

“Saat ini (per 2018) PDB Indonesia sebesar Rp13.837,36 triliun. Ini menunjukkan kekuatan perekonomian Indonesia untuk menutup total utang pemerintah yang mencapai 29,8 persen dari PDB,” kata Iskandar, kepada Nalar.ID.

Kekuatan perekonomian Indonesia ditunjukkan pada kinerja di Q3- 2019 yang tumbuh 5,02 persen (yoy).Meski angka itu lebih rendah ketimbang dengan Q2-2019 (5,05 persen) dan Q3-2018 (5,17 persen), tapi tren-nya menunjukkan stabil dan cenderung meningkat.

Pertahankan Konsumsi Domestik

Ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga (RT) sebagai pendorong utama PDB Indonesia dengan share mencapai 56 persen.

“Menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, bahwa pemerintah menerapkan sejumlah strategi. Bumper atau bantalan ekonomi kita adalah konsumsi domestik yang masih cukup kuat. Dengan mempertahankan konsumsi domestik, maka saya termasuk yakin, Indonesia masih bisa tumbuh 5 persen tahun ini,” jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, lanjutnya, pemerintah menjalankan berbagai kebijakan untuk memperkuat neraca perdagangan. Yaitu berupaya meningkatkan produk ekspor dan mendorong industri substitusi impor. Maka itu, sejumlah langkah jangka pendek yang dilakukan.

Diantaranya Implementasi Mandatori B3o, Gasifikasi Batubara, Penguatan Trans Pacific Petrochemical Indotama (Tppi), Pembangunan Smelter untuk Hilirisasi Produk Tambang, Green Refinery di Plaju Sumatera Selatan, dan Kebijakan Bea Masuk. Serta Percepatan Perjanjian Perdagangan (Rcep, I-Eu Cepa, Gsp, Bia Taiwan).

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi