Nalar.ID

Pengamat: Ibu Kota Dipindah Tak Selesaikan Macet Jakarta

Nalar.ID – Pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju wilayah lain yang masih jarang penduduk, tengah dilakukan serius oleh pemerintah. Tujuannya, agar mengurangi kepadatan dan beban Jakarta.

Namun, menurut pengamat ekonomi Indef Bhima Yudistira, pemindahan ibu kota tak sekaligus mengurangi beban dan carut-marut kemacetan Jakarta. Sebab, pemindahan hanya berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS). Terutama yang bekerja di lembaga pusat dan kementerian.

“ Tidak akan menyelesaikan kemacetan (di Jakarta dengan pemindahan ibu kota),” kata Bhima, dalam keterangan sejumlah media, Rabu (15/5).

Data Kementerian Dalam Negeri mencatat, jumlah PNS seluruh Indonesia ialah 4.185.503 pegawai. Dari angka itu, 22,44 persen, atau sekitar 939.226 pegawai adalah PNS pusat.

Tapi dari jumlah 939.226 PNS itu, tak semua bekerja di kementerian dan lembaga di Jakarta. Karena ada sejumlah pegawai instansi pusat ditugaskan di daerah walaupun berstatus sebagai pegawai kementerian dan lembaga pusat.

“Sementara, total kendaraan pribadi di Jakarta 17 juta unit. Dari jumlah itu, 140 ribu unit adalah kendaraan dinas,” sambungnya.

Ia menambahkan, jumlah kendaraan dinas yang berkurang tak signifikan ketimbang kendaraan pribadi dari rumah tangga dan swasta. “Sementara, total kendaraan pribadi di Jakarta ada 17 juta unit, (kendaraan) dinas 140 ribu (unit),” imbuhnya.

Bila merujuk data itu, sambung Bhima, pemindahan ibu kota justru sama sekali tak mengurangi beban kemacetan di Jakarta. Pasalnya, hanya sebagian kecil masyarakat pindah ke ibu kota baru.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi