Nalar.ID

Pengangguran di Indonesia Capai 50 Juta Orang

Nalar.ID, Jakarta – Saat ini persentase jumlah pengangguran di Indonesia tergolong banyak. Angkanya luar biasa, mencapai 86 persen dari total keseluruhan tenaga kerja dengan jumlah 14 persen.

Secara angka, jumlahnya tidak main-main. Ada 7-50 juta orang dalam kondisi menganggur alias sulit mendapatkan pekerjaan saat ini. Untuk mengurangi jumlah pengangguran, memerlukan peran banyak pihak.

“Pihak yang paling banyak berperan dalam mengurangi pengangguran adalah pemerintah pusat (34,7 persen), pemerintah daerah (33,4 persen), tenaga kerja itu sendiri (18,9 persen), dan pengusaha atau swasta (13,0 persen),” kata Peneliti Utama Puslitbang Diklat LPP RRI, Muhammad Qodari, dalam rilis terbaru di Jakarta, belum lama ini.

Responden yang menjawab jumlah pengangguran di Indonesia dengan nominal antara 7-50 juta orang mencapai 71,7 persen. Namun tak sedikit yang mengatakan jumlah pengangguran di atas 50 juta orang, yaitu 13,2 persen.

Sedangkan masyarakat yang menilai jumlah pengangguran di Indonesia di bawah 7 juta orang mencapai 15,1 persen responden. Metodologi survei yang digunakan dengan mengambil sample dari lima provinsi di Indonesia. Antara lain Jawa Barat,3 Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Di mana, kelima provinsi tersebut setara dengan 55 persen populasi nasional. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah quota dan purposive sampling.

Jumlah sampel sebesar 400 responden tersebar secara proporsional. Dengan margin of error sebesar ± 4.90 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang bertempat tinggal di wilayah survei.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner.

Data telepon seluler responden diambil secara acak dari no telepon seluler responden hasil survei nasional, survei pemilihan legislatif, survei pilkada dan quick count di setiap wilayahnya di masa sebelumnya. Waktu pengumpulan data pada 20 – 25 Februari 2020.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi