Nalar.ID

Pengembangan Wisata Danau Toba Harus Berpihak kepada UMKM

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan untuk mewujudkan percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba di Sumatera Utara, tak boleh terpaku pada metode dan cara konvensional.

Butuh kreasi dan inovasi, selain dibangun kesadaran kolektif dukungan masyarakat dari berbagai daerah.

“Sebagai manifestasi dari konsep negara kesatuan, setiap daerah harus saling menopang satu sama lain di berbagai aspek, termasuk pengembangan pariwisata,” kata Bamsoet, secara virtual di Jakarta, Kamis (1/4/2021). 

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada periode November 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara menurun drastis ketimbang periode serupa di tahun 2019. Dari 22.128, turun jadi 1.366 kunjungan. Atau turun sebesar 93,83 persen. Pada periode bulan yang sama, tingkat hunian kamar hotel berbintang juga hanya terisi sekitar 34,41 persen. 

“Aekitar 30 juta lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi, terdampak pandemi,” tandas Bamsoet. 

Dari catatan KADIN, hingga penghujung 2020, total kerugian di sektor pariwisata di Indonesia telah mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

Apresiasi ini diwujudkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah meluncurkan ‘Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia’. Sebagai turunannya, juga diluncurkan gerakan ‘Beli Kreatif Danau Toba’ sebagai wadah promosi produk-produk kreatif dari pelaku UMKM di sekitar Danau Toba. 

“Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba tak lepas dari keberpihakan terhadap UMKM. Dari sekitar 6.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tujuh kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, semua menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata,” pungkas.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi