Nalar.ID

Pengusaha UMKM Belum Banyak Naik Kelas

Nalar.ID, Jakarta – Sejumlah data mencatat bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 99,99 persen dari total pelaku usaha di Indonesia. UMKM telah terbukti tahan atas berbagai krisis dan bahkan menjadi penopang ekonomi nasional.

Namun, dalam 10 tahun terakhir, usaha UMKM jalan di tempat. Tanpa ada peningkatan yang berarti. Terutama usaha mikro, yang mencapai 98,7 persen dari total pelaku UMKM.

Kadin Indonesia, dibawah kepemimpinan Eddy Ganefo, terus mencari cara dan solusi agar UMKM dapat berkembang.

“Saya sering berkeliling Indonesia menemui langsung pelaku UMKM. Dalam minggu ini saja, mengunjungi pelaku UMKM di Palu, Makasar dan Palembang. Sebagian besar mengeluh kurangnya modal. sebagian lagi karena kurang jaringan pasar dan kompetensi,” ujar Eddy Ganefo, dalam pencanangan ‘Program UMKM Naik Kelas’ di Kantor Pusat Kadin Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Program ‘UMKM Naik Kelas’
Kadin Indonesia membuat program bernama ‘Program UMKM Naik Kelas’, di mana dengan kategori kuantitatif, yakni dari omzet dan aset. Usaha mikro dengan omzet maksimal Rp300 juta pertahun, akan naik kelas ke usaha kecil bila omzetnya meningkat di atas Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar, dan seterusnya. Hal ini sesuai ketetapan UU No. 20 tahun 2008.

Dalam menunjang program tersebut, di saat bersamaan, Kadin Indonesia melakukan nota kesepahaman dengan Moodah.id, aplikasi guna membantu pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan disertai barcode produk.

Pelaku UMKM hanya scan barcode produk yang masuk dan terjual. Serta input biaya-biaya, maka laporan keuangan akan secara otomatis tercetak. Juga diberikan item rekomendasi untuk pelaku UMKM dalam mengelola usaha serta kebutuhan modal usahanya dalam aplikasi tersebut.

“Kami siap bekerjasama dan membantu pelaku UMKM Indonesia dalam mengelola keuangan secara mudah dan terukur, sehingga UMKM ke depan akan lebih baik,” kata Direktur Utama Moodah.id, Arini.

Rencana Usaha
Tak hanya itu. Kadin Indonesia juga melakukan penandatangan dengan Soho Pancoran, dalam penggunaan ruang pertemuan untuk membantu kegiatan UMKM naik kelas.

Pencanangan ‘Program UMKM Naik Kelas’ pada 15 Januari 2020 lalu, diawali dengan pelatihan Pembuatan Rencana Usaha (Business Plan). Materi disampaikan oleh Raden Tedy (Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia).

“Selama ini pelaku UMKM tidak banyak berkembang, karena dominan tidak memiliki rencana usaha. Dengan pelatihan ini, ke depan, pelaku UMKM memiliki upaya lebih terarah dengan target yang ditetapkan,” kata Raden, mengawali sesi training.

Program ini, salah satunya akan diisi berbagai pelatihan oleh Kadin Indonesia. Antara lain, Pembuatan Laporan Keuangan, Perencanaan Usaha, UMKM Digital, Perpajakan, Tata Cara Pengajuan Kredit, Packaging Produk, Strategi Usaha, dan lainnya.

Dalam program ini, setidaknya dengan target 20.000 pelaku UMKM akan naik kelas di tahun 2020. Data UMKM naik kelas akan teradministrasi dan dipantau oleh Kadin Indonesia, melalu aplikasi Moodah.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi