Nalar.ID

Pengusaha: Utang Tidak Haram Jika Dikelola Produktif

Jakarta, Nalar.ID – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, berkomentar tentang utang. Ia mengkritisi dan menyindir siapapun yang mengatakan bila membangun infrastruktur tidak membutuhkan utang.

Kata Bahlil, dalam sebuah diskusi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (11/1), utang bukan haram bagi suatu negara. Bahkan, katanya, negara sekelas Amerika Serikat pun masih kerap berutang dengan jumlah tak sedikit.

“Sebenarnya, bukan tentang berutang atau tidak, tapi bagaimana bisa mengelola pinjaman dana dengan baik. Seperti cara perusahaan, lewat utang, diajarkan bagaimana negara bisa disiplin. Sebab dengan utang, suatu negara akan mengolah keuangan sebaik mungkin,” kata Bahlil.

Lain hal jika sebuah negara tak memiliki utang, akhirnya terkesan santai dan leha-leha karena tidak memikirkan beban. Utang enggak haram jika dikelola produktif,” katanya.

Berdasarkan analisisnya, sebuah negara telah tumbuh menjadi besar dengan utang. Ia mencatat, hanya ada enam negara tidak berutang untuk membangun. Selebihnya, negara kecil.

“Ibaratnya, sebuah perusahaan besar maka semakin banyak bank yang mempercayakan untuk memberikan utang. Sementara, untuk perusahaan kecil, perbankan akan berpikir dua kali memberikan utang,” jelasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi