Nalar.ID

Penyusunan Soal SKD 2019, Instrumen Penting Jaring Calon ASN

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menerima naskah soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Dalam sambutannya, Menteri Tjahjo menyampaikan dengan diserahkannya soal SKD tersebut, selanjutnya Tim Panselnas akan melakukan proses pemasukan (input) ke dalam sistem CAT BKN yang akan digunakan untuk seleksi.

Pada proses input soal, perlu kehati-hatian dan jaminan kerahasiaan serta keamanan data. Maka itu, Tjahjo berpesan kepada seluruh Tim Panselnas yang terdiri dari Kementerian PANRB, Kemendikbud, BKN, BSSN, BPPT, BPKP agar mengawal kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian proses seleksi itu.

Rencananya, tahapan SKD dimulai akhir Januari hingga Februari 2020 dengan ujian berbasis komputer (Computer Assisted Test). Materi SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Berdasarkan data SSCASN BKN, tercatat sejumlah 4.197.218 calon peserta melakukan pendaftaran. Sebanyak 3.364.897 lolos verifikasi administrasi. “Berdasarkan angka itu menunjukkan besarnya antusiasme dan perhatian masyarakat terhadap rekrutmen CPNS,” kata Tjahjo, dalam serah terima soal SKD CPNS 2019, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (13/1/2020).

Proses pengadaan CPNS tahun 2019 terdapat 154.029 formasi, yang terdiri dari instansi pusat sebanyak 37.584 formasi dan instansi daerah sebanyak 116.445 formasi.

Diharapkan agar proses seleksi CPNS Tahun Anggaran 2019 ini dapat berlangsung aman, kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan pada akhirnya dapat menghasilkan CPNS yang berdaya saing, kompeten, dan berintegritas guna mewujudkan kondisi Indonesia yang lebih maju.

Kaidah Penulisan

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaring calon ASN, penyusunan soal SKD 2019 dilakukan melalui beberapa tahapan dan dengan melibatkan berbagai pihak.

Antara lain penyusunan soal kisi-kisi SKD tahun 2019 yang diawali dengan proses evaluasi soal dan kisi-kisi soal tahun 2018. “Proses evaluasi itu melibatkan unsur dari Kementerian PANRB, BKN, BPPT, serta dosen-dosen yang berkompeten dari perguruan tinggi. Didampingi oleh ahli konstruksi soal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud,” ujar Nadiem.

Disampaikan, soal yang telah disusun juga dipastikan telah sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang dilakukan oleh para ahli bahasa dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.

Maka itu, Kemendikbud berkomitmen untuk selalu membantu proses pengadaan secara akuntabel dan transparan agar dapat diperoleh calon ASN yang berintegritas, nasionalis, profesional, berwawasan global, dan menguasai teknologi informasi.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im menerangkan bahwa soal SKD yang diserahkan kepada Menteri PANRB telah disiapkan oleh tim dari berbagai perguruan tinggi, dan dikordinasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, untuk seterusnya diserahkan ke panselnas untuk digunakan pada seleksi CPNS.

“Kita harapkan soal-soal ini, nantinya dapat menyeleksi calon-calon ASN yang sesuai dan memenuhi visi dan misi bapak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” pungkas Tjahjo.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi