Nalar.ID

Peran Strategis Humas di Era Digital

Nalar.ID, Jakarta – Profesi hubungan masyarakat (humas) dan komunikasi, memang tak dapat dipisahkan. Staf Ahli Menteri (SAM) Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum, Henri Subiakto menuturkan, tanpa harmonisasi hubungan komunikasi, termasuk dalam hubungan industrial tidak dapat terwujud.

Terlebih dengan perkembangan teknologi era digital, humas harus dapat mengambil peran yang strategis.

Henri Subiakto menyebut, komunikasi sangat penting. “Humas bertugas sebagai komunikasi. Kita  berkumpul disini pun merupakan bagian dari komunikasi,” ujar Henri Subiakto, dalam sambutannya di Forum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) di Surabaya, belum lama ini.

Perhelatan yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan itu, Henri menggambarkan potensi penggantian tenaga kerja manusia oleh teknologi. “Ini alternatif. Kemunculan era digitalisasi, yaitu kehadiran teknologi, di mana para pekerja kian lama digantikan teknologi. Ini perkembangan baru, harus dipahami oleh humas,” sambungnya.

Adapun, peran dan fungsi strategis humas, kata Henri, bisa dilakukan dengan cara menyadarkan masyarakat agar mampu menempatkan diri secara baik. Menurutnya, humas perlu tahu dan mempelajari perkembangan seperti ini.

“Regulasi, hubungan industrial, dan bagaimana mengambil peran menyadarkan masyarakat agar mereka profesional dalam menuntut haknya,” ujar Henri.

Henri Subiakto juga menambahkan bahwa masyarakat juga mampu menempatkan dirinya.

“Begitu pula perusahaan pengusaha tak menjadi agen-agen kapitalis yang hanya mengakumulasi keuntungan tapi memperhatikan buruh. Sebab, buruh adalah sumber daya manusia yang akan jadi kekuatan perusahaan jika di-manage baik,” tandasnya.

Dalam kesempatan serupa, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto menyinggung peran pemerintah dan negara dalam penanganan hubungan industrial. 

“Negara terus hadir dalam pengawasan dialog sosial manajemen dan serikat pekerja untuk meningkatkan perlindungan hak pekerja atau buruh. Serta merumuskan kebijakan-kebijakan dalam peraturan perundang-undangan,” jelas Hery.

Melalui kolaborasi penyerbaran informasi dengan Bakohumas, ditargetkan dapat meningkatkan pengetahuan. Serta pemahaman dan apresiasi masyarakat atas berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi