Nalar.ID

Perebutan 6 Tiket Terakhir Babak Top 30 D’Academy Asia 6

Nalar.ID, JAKARTA – Kompetisi D’Academy Asia 6 sejak 20 Juni 2023 lalu menyelesaikan babak Top 40 dengan menghadirkan penampilan dari 5 grup. Arzum (Turkiye), Fifiey (Thailand), Hari Putra (Indonesia), Hassan Razali (Brunei Darussalam), Herna (Singapore), Kier King (Philipphines), Lusiana Verdial (Timor Leste), serta Myaherry (Malaysia). Mereka tergabung dalam Grup 5 akan menjadi grup terakhir yang bersaing memperebutkan 6 tiket terakhir menuju babak Top 30 D’Academy Asia 6.

Sederet komentator terbaik perwakilan negara participant juga hadir langsung menilai penampilan seluruh academia di Konser D’Academy Asia 6 Top 40 Grup 5 yakni Nassar (Indonesia), Fildan (Indonesia), Maria Vittoria (Timor Leste), Soimah (Indonesia), DJ Daffy (Brunei Darussalam), serta fashion guru Maya Ratih (Indonesia).

Kompetisi dangdut terbesar di Asia ini kian menarik dengan format kompetisi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada babak Top 40, seluruh academia ditantang untuk tampil berkolaborasi dengan perwakilan negara lainnya dalam “Battle of Country”.

Dua academia dengan skor terendah dari Dewan Juri, harus rela menghentikan langkah mereka di panggung D’Academy Asia 6. Kompetisi D’Academy Asia 6 Top 40 Grup 5 dibuka dengan penampilan Hari Putra (Indonesia) dan Kier King (Philipphines) yang luar biasa dan mendapat standing ovation dari seluruh komentator.

“Ini bahaya! Bahaya bakal menang! Luar biasa sekali chemistry kalian berdua”, puji Soimah yang langsung ditambahkan oleh Nassar. “Aku tidak ada komentar untuk kalian berdua. Kalian terbaik dan luar biasa!,” ujar Nassar.

Arzum (Turkiye) tampil berduet dengan Lusiana Verdial (Timor Leste) dan mendapat dua standing ovation dari Maria Vittoria dan Maya Ratih. “Penampilan kalian sangat bagus. Lusiana, kamu terlihat sangat enjoy dan Arzum sangat sangat cantik. Tadi sudah baik hanya saja masih terlihat gugup,” komentar Maria Vittoria.

Arzum (Turkiye) mengungkap bahwa dirinya sangat bersemangat untuk mengikuti kompetisi D’Academy Asia 6 dan berusaha untuk memberikan penampilan terbaiknya.

Selanjutnya giliran kolaborasi dari Herna (Singapore) dan Myaherry (Malaysia) yang berhasil mendapat standing ovation nyaris dari seluruh komentator, kecuali Soimah. Fildan dan Nassar memuji penampilan Herna (Singapore) dan Myaherry (Malaysia) semalam.

“Tadi saya memberi standing ovation karena penampilan kalian sangat menghibur dan suara kalian juga luar biasa,” tutur Fildan yang juga dibenarkan oleh Nassar. Herna (Singapore) sebagai satu-satunya perwakilan Singapore yang tersisa mengaku tetap semangat untuk berkompetisi dan merasa seperti memiliki keluarga baru di asrama.

Fifiey (Thailand) dan Hassan Razali (Brunei Darussalam) menjadi dua academia terakhir yang tampil di Konser D’Academy Asia 6 Top 40 Grup 5 dan sukses meraih standing ovation dari Nassar, Maria Vittoria, DJ Daffi, dan Maya Ratih.

Alhamdulillah saya lihat Hassan meski terlihat grogi tapi mencoba memberikan penampilan terbaik begitu pula dengan Fiffiey,” puji DJ Daffi.

Sementara Soimah yang tidak memberikan standing ovation, memberi beberapa saran untuk penampilan kedua academia. “Fifiey, cengkok dangdut kamu bagus hanya saja perlu memperbaiki dance kamu tadi. Hassan masih cukup bagus suara kamu hanya saja tadi terlihat grogi sehingga suara dan gerakan kamu juga kurang maksimal,” komentar Soimah.

Setelah 8 academia tampil dalam “Battle of Country”, seluruh penampilan mereka dinilai oleh Dewan Juri perwakilan 8 negara participant yang menentukan satu nama “unsafe” dari masing-masing tim. Empat academia dengan posisi “unsafe”, akan diberi nilai langsung oleh ke-8 Dewan Juri.

Dua academia dengan total nilai terendah harus tersenggol. Arzum (Turkiye), Hassan Razali (Brunei Darussalam), Kier King (Philipphines), dan  Myaherry (Malaysia) merupakan empat academia “unsafe” dari Grup 5. Perolehan total nilai akhir menempatkan Kier King (Philipphines) di posisi teratas disusul oleh Myaherry (Malaysia) di posisi ke-2.

Sementara Hassan Razali (Brunei Darussalam) dan Arzum (Turkiye) menjadi dua academia dengan nilai terendah sekaligus mengakhiri perjuangan mereka di kompetisi dangdut terbesar di Asia ini.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi