Nalar.ID

Perjuangkan Musisi Tradisi, Gagasan Ratna Listy di Pileg 2019

Jakarta, Nalar.ID – Sederet nama artis mewarnai panggung politik Tanah Air pada Pemilu 2019. Tak terkecuali Ratna Listy. Di pentas politik nanti, ia bertarung bersama 54 calon legislatif (caleg) lain dari kalangan artis.

Ratna, diketahui menjadi caleg DPR RI Jatim 8 Partai Nasdem untuk daerah pemilihan kampung halamannya, yakni Madiun. Diikuti Mojokerto, Jombang, dan Nganjuk, Jawa Timur.

Ini merupakan pemilihan legislatif pertama yang ia ikuti. Sebelumnya, Ratna, dikenal sebagai artis, pengusaha wanita, dan artis. Mengapa memilih terjun berpolitik? Ia mengaku ingin sisa hidupnya bermanfaat untuk orang banyak.

“Selama ini, saya sudah bermanfaat tapi untuk entertainmen. Kali ini, saya mau bermanfaat untuk orang banyak dalam bidang politik,” tukasnya, dihubungi Kamis (27/12).

Jalur legislatif merupakan salah satu cara ia membantu masyarakat. Sebab, melalui jalur legislatif, ia dan lainnya bisa terjun langsung ikut membuat undang-undang, anggaran, dan mengawasi anggaran masyarakat.

Terlebih, parpol yang ia ikuti memberikan peluang para calegnya tanpa harus memberi mahar. Ia menyebut, partainya mampu merangkul tanpa membeda-bedakan senior dan junior. Serta menjunjung tinggi bhineka tunggal ika, restorasi Indonesia tanpa membedakan suku, ras, dan agama.

Kurikulum Keroncong

Di DPR, ia memilih Komisi 10 di bidang seni, budaya, dan olahraga pemuda. Di komisi ini, Ratna, punya rencana khusus.

“Saya pekerja seni tradisional. Saya lihat, seniman Indonesia kurang sejahtera. Selain itu, saya mau menggalakkan musik keroncong warisan Indoenesia. Lalu memasukkan kurikulum (musik keroncong) di pendidikan di Indonesia agar anak muda bangga punya warisan Indonesia,” jelasnya.

Jika gagal lolos ke Senayan, Ratna, enggan bersedih. Ia akan tetap aktif di dunia yang sebelumnya sudah digeluti selama ini: konsultan spiritual, entertainer, dan pengusaha. “Semua akan berjalan seperti biasa kalau misalnya saya enggak lolos (caleg),” ujarnya.

Bila pun terpilih, ia berusaha akan membagi waktu dengan kegiatan-kegiatan lain yang sebelumnya telah dilakoni. Sementara, untuk dunia entertainmen, ia memilih vakum dahulu agar fokus di DPR.

Ratna tak memungkiri, ada sejumlah anggapan miring bila artis nyaleg minim kapasitas berpolitik karena terlalu mengandalkan popularitas ketimbang ‘isi kepala’.

“Memang, enggak cukup popularitas tanpa ada kemampuan. Saya percaya, masyarakat enggak senaif itu karena cuma populer. Tapi kiprah dan kedekatan dengan masyarakat harus dikuatkan. Masyarakat akan pilih yang dekat mereka dan memperjuangkan nasib mereka,” katanya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi