Nalar.ID

Perlawanan Visinema Bekuk Pembajak Film Indonesia

Nalar.ID, Jakarta – Visinema Pictures menyatakan perlawanan serta tindakan tegas melalui jalur hukum terhadap para pelaku dan berbagai bentuk pembajakan yang ditujukan kepada produk Intellectual Property (IP).

Upaya-upaya yang dilakukan, di antaranya dengan terus menggencarkan pemantauan dan pelacakan terhadap pelaku pembajakan di dunia digital.

Terhitung pada 29 September 2020, salah satu pelaku pembajakan IP Visinema dengan inisial AFP telah ditangkap oleh Tim Siber Mabes Polri.

Pelaporan kasus ini sudah dilakukan oleh pihak Visinema pada 20 Juli 2020 lalu. Adapun kronologis dalam pelaporan, langkah pertama yang dilakukan tim Visinema adalah dengan mengidentifikasi para pelaku yang membajak dan membagikan film secara ilegal.

Setelah itu, pihak Visinema menyiapkan berkas laporan pengaduan ke pihak berwenang untuk ditindak dan diproses lebih lanjut.

Jika terbukti bersalah, tersangka berinisial AFP akan dikenakan sejumlah pasal. Maksimal denda Rp 4 miliar dan penjara maksimal paling lama 10 tahun. Proses penindakan dan penangkapan ini tak dapat terjadi tanpa kerjasama tim Visinema dengan Tim Bareskrim Divisi Siber Mabes Polri.

“Saya apresiasi unit Siber Mabes Polri atas upaya melakukan penegakkan hukum. Membantu para seniman menuntut dan menegakkan keadilan dengan ditangkapnya tersangka pelaku pembajakan. Saya harap hal ini jadi babak baru perlawanan para seniman dan kreator terhadap pembajakan,” tegas CEO dan Founder Visinema, Angga Dwimas Sasongko, kepada Nalar.ID, belum lama ini.

Dalam mengantisipasi pembajakan terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki, Visinema Pictures selalu mendaftarkan seluruh karya cipta yang dimiliki pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Cq Direktorat Hak Cipta. Tujuannya agar karya-karya itu bisa dipertanggungjawabkan secara sah dan legal.

Selain itu, Visinema Pictures turut mengimbau semua kalangan agar terus mendukung dan menghargai semua karya cipta anak bangsa. Dengan cara mengakses segala kekayaan intelektual secara sah dan legal pada platform daring yang telah memiliki izin terhadap penayangan kekayaan intelektual, seperti musik, video, film dan lainnya.

“Saya mengajakpenikmat film Indonesia untukmulaibisamenikmatikonten-kontenatau film secara legal. Bukan hanya sebagai upaya memajukan industri perfilman, tapi membangun budaya yang baik dan apresiatif terhadap karya orang lain,” tambah Angga.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi