Nalar.ID

Perlindungan Sosial Tekan Kemiskinan

Nalar.ID, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengklaim kucuran dana perlindungan sosial di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berhasil dapat menekan tingkat kemiskinan selama pandemi Covid-19. Diketahui, tingkat kemiskinan hanya mencapai 8,99 persen tahun ini.

“Dalam studi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), perlindungan sosial bisa menekan laju kemiskinan sampai 8,99 persen, dari seharusnya bertambah ke angka 10,96 persen karena pandemi ini,” ujar Suahasil, dalam jumpa pers virtual, Senin (21/12/2020).

Suahasil mengungkapkan klaim ini muncul dari hasil studi Kemenkeu. Dalam studi tersebut, laju kemiskinan berhasil ditekan oleh banyaknya program perlindungan sosial di era pandemi.

Rinciannya, dana perlindungan sosial diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) ke 10 juta KPM. Kemudian, bantuan beras ke 10 juta KPM, Bantuan Sembako Jabodetabek ke 1,9 juta KPM, dan Bantuan Sembako Non-Jabodetabek 9,2 juta KPM.

Setelah itu, Bantuan Subsidi Upah ke 12,4 juta pekerja dan 1,5 juta guru honorer, Kartu Sembako ke 19,4 juta KPM, Bantuan Tunai Sembako Non-PKH 9 juta KPM, Kartu Prakerja ke 5,6 juta peserta, 31,6 juta pelanggan rumah tangga. Serta UMKM yang mendapat diskon dan gratis listrik, dan BLT Dana Desa ke 8 juta penerima. Dana ini bertujuan memberikan dukungan daya beli untuk menekan laju peningkatan kemiskinan serta mendorong konsumsi masyarakat.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi